muhasabah

dibawah langit

Assalamu'alaikum

Label

Tampilkan postingan dengan label Puisi Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Islami. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 April 2013

~❤~ Ketika Aku Rindu ~❤~


Tak bisa aku pungkiri, rasa rindu yang mendera dalam hati
Sekelumit wajah dan bayangan tentang seseorang 
Hadir memenuhi rongga-rongga dalam pikiran dan hati
Tak bisa aku menolak, karena ia datang dariNya
Tanpa sadar, aku pun menginginkan kehadirannya

Ketika aku rindu…
Kujadikan rasa itu sebagai bait-bait doa nan indah
Kurangkai dan kuungkapkan kepada Allah
Tentang ungkapan hatiku yang sedang merekah

Ketika aku rindu…
Kujadikan rasa itu sebagai pelembut hati
Ku ajak hati condong kepada Illahi
Agar ia berhati-hati
Terhadap angan, nafsu dan bisikan syaitani

Ketika aku rindu…
Kujadikan rasa itu penghias diri
Mencari bekal ilmu dan memperbaiki pribadi
Hingga waktuku menjadi bermanfaat selama menanti

Ketika aku rindu…
Kujadikan rasa ingin bertemu sebagai penyemangat untuk bertemu denganNya
Kusampaikan segala keluh kesah dan kubiarkan air mata meleleh untukNya
Hingga kusampaikan kata nan paling indah “Ya Allah, aku memendam rindu, tetapi perjumpaan denganMu lebih aku rindukan”.

(my diary_love story_040313_ketika aku rindu)

*** INILAH HIDUP ***



Ku ingin membuatmu tersenyum
Lepaskan…lepaskan tiap lara yang membelenggu
Lihatlah…masa depan cerah masih terbentang
Janganlah…kau pupus dalam mengharap pada-Nya

Ada kala manusia merasa sangat terasing
Tiada mengenal lagi akan hakikat jati diri yang sejati
Merasa dunia telah memenjarakan jiwa
Dan tiada lagi harapan untuk bebas
Serta tiada lagi harapan untuk dapat menyambut hari indah

Cermin hati…janganlah terkotori
Oleh hal yang tiada layak untuk disesali
Oleh hal yang tiada layak untuk kau tangisi
Sungguh berharga…yah sungguh berharga
Air mata anugerah dariNya
Kau teteskan untuk tiada yang bermakna
Hanya untuk menangisi dunia yang kau kira
Tiada adil..dan telah membuatmu merasa tersiksa

Lihatlah….pada diri..ciptaan mana yang tiada sempurna
Perhatikan tiap nikmatNya…
Memiliki raga yang sempurna…paras rupawan
Diberi kesempatan menikmati umur…
Dan masih banyak lagi…nikmat-nikmat
Yang tiadakan bisa kau hitung...

Lihatlah…pada sekitarmu
Kau masih dapat nikmati hidup yang layak
Namun diluar sana…banyak yang masih berjuang
Untuk tetap bertahan hidup…
Melawan kerasnya kehidupan

Tiada adil…benar-benar kau tiada adil
Jika masih menganggap dunia ini tidak adil
hanya karena kau diberi ujian
yang kau rasa tiada sanggup kau pikul

ingatkah..bahwa Rabb sang Maha Kuasa
tiada kan memberi ujian
diluar kemampuan hamba-hambaNya

sumber: http://myquran.org/forum/index.php?topic=42417.0%3Bwap
 

**** Peringatan Untuk HambaNya ****



Bersihkanlah dirimu sebelum kamu dimandikan
Berwudhu'lah kamu sebelum kamu diwudhu'kan
Dan solatlah kamu sebelum kamu disolatkan
Tutuplah auratmu sebelum auratmu ditutupkan
Dengan kain kafan yang serba putih
Pada waktu itu tidak guna lagi bersedih
Walaupun orang yang hadir itu merintih

Selepas itu kamu akan diletak di atas lantai
Lalu dilaksanakanlah solat Jenazah
Dengan empat kali takbir dan satu salam
Berserta Fatihah, Selawat dan doa
Sebagai memenuhi tuntutan Fardhu Kifayah
Tapi apakah empat kali takbir itu dapat menebus
Segala dosa meninggalkan solat sepanjang hidup?

Apakah solat Jenazah yang tanpa rukuk dan sujud
Dapat membayar hutang rukuk dan sujudmu yang telah luput?
Sungguh tertipulah dirimu jika beranggapan demikian
Justru ku menyeru sekalian Muslimin dan Muslimat
Usunglah dirimu ke tikar solat
Sebelum kamu diusung ke liang lahad
Menjadi makanan cacing dan makanan ulat

Iringilah dirimu ke masjid
Sebelum kamu diiringi ke Pusara
Tangisilah dosa-dosamu di dunia
Kerana tangisan tidak berguna di alam baqa'
Sucikanlah dirimu sebelum kamu disucikan
Sadarlah kamu sebelum kamu disadarkan
Dengan panggilan 'Izrail yang menakutkan

Berimanlah kamu sebelum kamu ditalkinkan
Kerana ianya berguna untuk yang tinggal bukan yang pergi
Beristighfarlah kamu sebelum kamu diistighfarkan
Namun ketika itu istighfar tidak menyelamatkan
Ingatlah di mana saja kamu berada
Kamu tetap memijak bumi Allah
Dan dibumbungi dengan langit Allah
Serta menikmati rezeki Allah

Justeru bila Dia menyeru, sambutlah seruan-Nya
Sebelum Dia memanggilmu buat kali yang terakhirnya
Ingatlah kamu dahulu hanya setitis air yang tidak berarti
Lalu menjadi segumpal darah
Lalu menjadi segenggam daging
Lalu daging itu membaluti tulang
Lalu jadilah kamu insan yang mempunyai arti
Ingatlah asal usulmu yang tidak bernilai itu
Allah mengangkatmu menjadi lebih agung dari malaikat

Lahirmu bukan untuk dunia
Tapi gunakanlah ia buat melayar bahtera akhirat
Sambutlah seruan 'Hayya 'alas Solaah'
Dengan penuh rela dan bersedia
Sambutlah seruan 'Hayya 'alal Falaah'
Jalan kemenangan akhirat dan dunia

Ingatlah yang kekal ialah amal
Menjadi bekal sepanjang jalan
Menjadi teman di perjalanan
Guna kembali ke pangkuan Tuhan
Pada hari itu tiada berguna Harta, tahta, istri dan anak
Kalau dahi tak mencecah sejadah di dunia .

Sumber: http://musfaqir.tripod.com/Islamiah/038.html dgn sedikit pengurangan dan perubahan kata.

Senin, 19 November 2012

Saksikanlah...Bahwa Kami Anak Palestina



“Wahai Tuhan Kami!,
Tuangkanlah kesabaran diatas diri kami
Dan teguhkanlah pendirian kami
Serta tolonglah kami dari kaum kafir”. (Q.S. Al-Baqoroh ayat 250).
 “Wahai Tuhanku!,
Masukkanlah aku secara baik dan keluarkan lah aku secara baik (pula).
Dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang menolong”. (Q.S. Al-isro’ ayat 80).
Itulah sepenggal doa yang kami panjatkan setiap hari...

Allahuakbar...Allahuakbar...Allahuakbar...
Seruan takbir kami kumandangkan
Ditengah-tengah kabut reruntuhan

Duhai engkau manusia yang dilaknati Allah
Engkau hadang kami dengan tank-tank baja
Sedangkan kami hadang engkau dengan membusung dada
Engkau hadang kami dengan hujanan bom dan senjata
Sedangkan kami hadang engkau dengan kepalan bebatuan

Jangan kira kami takut
Jangan kira kami lemah
Walau sungai merah mengalir disudut rumah
Walau puing-puing bangunan jadi tempat tinggal
Walau semua milik kami engkau rampas
Walau kami kehilangan seluruh anggota keluarga
Namun hati kami takkan bisa engkau jamah

Saksikanlah bahwa kami anak Palestina
Takkan takut melawan engkau manusia yang dilaknati Allah
Api Jihad fisabilillah telah membakar dalam tubuh kami
Karna syurga adalah impian yang kami nanti

Saksikanlah bahwa kami anak Palestina
Permainan kami bukanlah robot-robotan atau senjata mainan
Namun setidaknya bebatuan sebagai senjata dan nyawa sebagai taruhan
Kami tidak iri dengan anak-anak dinegara lain bermain  dengan gembira
Namun kami iri pada teman kami yang lebih dahulu berada di syurga

Saksikanlah bahwa kami anak Palestina
Yang tak takut kehilangan nyawa
Yang tak takut tubuh kami berkurang
Karna tubuh yang hilang akan menanti kami di syurga

Saksikanlah bahwa kami anak Palestina
Dan saksikanlah bahwa kami adalah muslim
Kami adalah mujahid muda yang pemberani
Syahid dijalan Allah impian kami
Dengan kalimatullah sebagai penyemangat kami

Tidakkah tergerak hatimu wahai kaum muslimin??
Kami anak-anak yang selalu diburu oleh kaum laknatullah
Kamilah incaran utama mereka,
Karena ayat-ayat Allah telah tertanam didada kami
Tidakkah engkau ingin menjadi mujahid seperti kami??
Sisingkanlah lengan bajumu dan ikutilah langkah kami
Jika engkau tak mampu, maka dermakanlah hartamu untuk kami
Namun jika engkau masih tak mampu, maka doakanlah kami
Semoga Allah merahmati setiap langkah kami

Bumi Allah_diary mcdlc_191112_Anak Palestina


Sahabat MCDLC semua, hari ini kita masih menyaksikan ketidakadilan terjadi di muka bumi ini.. Bagaimana saudara-saudara kita di Palestina sampai hari ini masih dijajah oleh Zionis Israel. Anak-anak ditembak, sarana dan fasilitas umum diblokir adalah sebagaian kecil kekejaman zionis belum lagi propaganda dan serangkaian aksi licik yahudi dan anteknya di seluruh dunia.

Saudaraku, penderitaan kita hari ini tidak ada apa-apanya dibanding penderitaan mereka. Kesulitan mereka berlipat ganda lebih sulit dari kesulitan kita.. akankah kita masih kurang peduli dan apatis terhadap saudara seiman kita di Palestina? Kita, sesama muslim adalah saudara dan kita sesama muslim adalah satu tubuh.. Bantu saudara-saudara kita di Palestina walau hanya sepenggal doa.. Semoga Allah membuka mata hati kita untuk saudara kita di Palestina…,
aamiin kanlah doa dibawah ini dikoment atau didalam hatimu.

Ya Allah, Berikanlah keselamatan kepada penduduk Palestina dari serangan zionis Israel… Sabarkanlah hati mereka dalam menghadapi cobaan terberat ini… Berikanlah surga-Mu kepada mereka yang mati syahid atas serangan Israel…muliakanlah Islam dan kaum Muslimin, tolonglah kaum Muslimin dan Mujahidin di Palestina. Teguhkanlah Iman mereka dan turunkanlah ketenteraman di dalam hati mereka dan satukanlah barisan mereka. 

Ya Rabb, Turunkanlah bala tentara langit-Mu untuk menghancurkan Israel… Mereka yang telah nyata-nyata mengabaikan keberadaan-Mu… Mereka telah menghancurkan masjid, rumah-Mu,,, maka hancurkanlah zionis Israel sebagaimana Engkau pernah menghantar burung-burung Ababil menghancurkan tentara bergajah musyrikin... Maka kami memohon kepadaMu Ya Allah.. Turunkanlah bantuanMu kali ini kepada orang-orang Islam di Palestina, binasakanlah kaum Yahudi dan pasukan Israel dan cerai-beraikanlah kesatuan mereka.

Ya Allah, Berikanlah kemenangan kepada pasukan-pasukan Muslim Palestina dalam menghadapi serangan Yahudi Israel, yang nyata-nyata telah membuat kerusakan di muka bumi-Mu ini Ya Allah… 

Ya Allah, Kabulkan doa kami ini….

Aamiin Ya Rabbal 'alamiin….

Selasa, 13 November 2012

Rindu Illahi



Duhai Allah,..Duhai yang mendetakkan jantung ini,. 
Duhai yang selalu memberikan makan kepada hamba-hambaMu ini, 
Duhai yang memberikan air yang sejuk di kala kami dahaga, 
Duhai yang mengaruniakan kantuk di kala kami lelah,..
Duhai yang selalu mengurus diri-diri kami di kala kami tertidur pulas,
Hanya Engkaulah Yang Maha Agung,..

Ya Allah, betapapun kami menghianatiMu setiap waktu tapi tiada suatu saat pun terputus Engkau memberi nikmat kepada kami,.
Ya Allah jadikanlah hari ini menjadi hari ampunan bagi segala kebusukan kami.
Penghapus bagi seluruh dosa-dosa kami, hari dimana Engkau singkapkan tabir dari hati kami, hari dimana Engkau gantikan segala kegelapan dengan cahaya di qolbu ini.

Ya Allah, kami ingin merasakan indahnya hidup dekat denganMu,
Kami ingin hari-hari yang tersisa ini menjadi hari-hari yang selalu akrab bersamaMu, kami lelah jauh dariMu ya Allah , kami tidak ingin terpuruk dan terhina karena tenggelam dalam kemaksiatan.,.
Berikan kepada kami kemudahan, untuk mengenalMu Ya Allah,.
Berikan kepada kami jalan untuk bisa mendekat kepadaMu,.
Jadikan kami menjadi orang-orang yang selalu merasakan, kehangatan, kasih sayangMu.

Ya Allah jadikan sujud kami menjadi sujud yang selalu nikmat Kepada-Mu,.
Jadikan shoadaqoh kami menjadi jalan yang membuat kami akrab denganMu,.
Jadikan amal-amal kami sebagai amal -amal yang tulus hanya karenaMu,. Ya Allah
jangan biarkan kesibukkan dunia membutakan hati kami,...
Jangan biarkan hawa nafsu, menjerumuskan kami,...
Jangan biarkan syahwat membuat kami terjerumus dalam maksiat,..
Jangan biarkan amarah membuat kami terhina dalam kedzoliman,..

Ya Allah, wahai yang Maha Mendengar, sayangilah kami Ya Allah.
Berkahi sisa umur kami ini,
Jadikan umur yang tersisa ini membawa maslahat bagi orang tua kami, bagi keluarga kami, bagi sebanyak-banyak-Nya umat Mu,
Rabbanaa aatinaa Fid dun-yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa 'adzaaban naar "Ya Allah, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan (pula) di akhirat, dan peliharalah kami dari azab neraka"

Aamiin...Aamiin ya Rabbal'alamiin...

sumber: http://tiwiexs.tripod.com/id5.html

Jumat, 09 November 2012

Ketika Cinta…


Ketika Cinta…







Ketika cinta bertasbih
Bergetarlah seluruh rasa dalam jiwa
Indah dalam resonansi kasih sayang

Ketika cinta berdzikir
Berguncanglah alam
Syahdu dalam alunan nada cinta

Ketika ayat-ayat cinta terkumandangkan
Sirna sudah segala kebencian
Musnah sudah segala dendam
Jauh sudah segala dengki
Yang mengotori kebeningan cermin di kalbu

Lalu diatas sajadah cinta
Sujudlah seluruh raga
Menundukkan hati dan jiwa
Menanti datangnya masa…
Cinta berbuah surga!

http://arny86.multiply.com/journal/item/13/PUISI-KETIKA-CINTA?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem
 

Sabtu, 03 November 2012

Muhasabah Seorang Wanita Sholehah

Muhasabah Seorang Wanita Sholehah



Jadilah seorang wanita sholihah,
Yang hatinya dibalut rasa taqwa kepada Allah,
Yang jiwanya penuh penghayatan terhadap Dien Allah,
Yang senantiasa haus dengan ibadah kepada Allah,
Yang senantiasa dahaga akan mengharap ridho Allah
Yang sholatnya adalah bekal dirinya,
Yang tidak pernah takut untuk berkata benar,
Yang tidak pernah gentar untuk melawan nafsu,
Yang senatiasa bersama para mujahiddah Allah

Jadilah seorang wanita sholihah
Yang menjaga tutur katanya,
Yang tidak bermegah dengan ilmu yang dimilikinya,
Yang tidak bermegah dengan harta dunia yang dicarinya,
Yang senatiasa berbuat kebajikan karena sifatnya yang penyayang,
Yang mempunyai ramai kawan dan tidak mempunyai musuh yang bersifat jahat

Jadilah seorang wanita sholihah
Yang menghormati suaminya.
Yang senantiasa berbakti kepada orang tua dan keluarga,
Yang bakal menjaga kerukunan rumah tangga,
Yang akan mendampingi suami dalam mendidik anak-anaknya untuk mendalami Islam,
Yang mengamalkan hidup penuh kesederhanaan,
Karena dunia baginya adalah rumah sementara menuju akhirat.

Jadilah seorang wanita sholihah,
Yang senatiasa bersedia untuk menjadi makmum imamnya
Yang hidup di bawah naungan al-Quran dan qona'ah
Yang tidak dikotori dengan perhiasan dunia
Yang menjaga matanya dari berbelanja,
Yang sujudnya penuh kesyukuran dengan rahmat Allah ke atasnya.

Jadilah seorang wanita sholihah
Yang selalu menjaga lisan, penyayang keluarga & suaminya,
Matanya kepenatan karena membaca al-Quran,
Suaranya lesu karena penat berzikir,
Tidurnya lelap dengan cahaya keimanan,
Bangunnya Subuh penuh kesigapan
Karena dia sadar betapa indahnya menjadi wanita sholihah melebihi perhiasan apapun didunia
Semakin sadar bertambah usianya bertambah kematangannya.

Jadilah seorang wanita sholihah
Yang senantiasa mengabdikan diri untuk menjadi mujahiddah Alloh
Yang baginya hidup di dunia adalah ladang akhirat,
Yang mana buah kehidupan itu perlu dipelihara dan dijaga,
Agar tumbuh putik tunas yang bakal menjaga dirinya di alam baqo'
Meneruskan perjuangan Islam sebelum hari kemudian.

Jadilah seorang wanita sholihah
Yang tidak terpesona dengan buaian dunia,
Karena dia mengimpikan syurga Alloh.

Semoga aku, kamu dan kita semua menjadi wanita sholehah yang senantiasa dirahmati-Nya... Aamiin...

Publikasi : 17-03-2004 KotaSantri.com


Copas dari: http://permatasyurga.blogspot.com/2009/02/muhasabah-seorang-wanita-sholehah.html

Jumat, 19 Oktober 2012

~ #~ Engkau “Allah” Cahaya Di Atas Cahaya ~#~


~ #~ Engkau “Allah” Cahaya Di Atas Cahaya ~#~







Sekuat apapun pohon itu tegak berdiri
Perlahan ia pun akan tumbang
Termakan oleh usia atau hempasan angin kencang
Yang menggoyahkan akar-akar di bawahnya …

Ketika saat itu terjadi
Tak pernah kita bayangkan
Betapa hidup ini adalah untuk sementara saja
Atas apapun yang telah menjadi kehendak-Nya …

Ya Allah, Kau cahaya di atas cahaya
Kau telah tentukan sebelumnya, apa yang belum kami rasakan
Ku coba tuk terus bertahan
Dalam menghadapi segala cobaan-cobaan-Mu …

Dan kami semua tahu
Kami hanyalah hamba-Mu
Yang penuh dengan segala kelemahan dan kekurangan
Sujud kami mengharap pertolongan dari-Mu …

Ya Allah, detik-detik yang Kau ciptakan dalam perjalanan kami
Kami yakin bahwa kan ada hikmah di balik semua itu
Semoga kami bisa bersabar dan berlindung pada-Mu
Tuk selalu mencari cinta, kasih dan ridho-Mu di dunia ini …

Aamiin Ya Rabbal'aalamiin...

Copas : http://www.penyair.com/puisi-dan-syair/puisi-untuk-tuhan-puisi-dan-syair/kau-%E2%80%9Callah%E2%80%9D-cahaya-di-atas-cahaya/
 

Senin, 15 Oktober 2012

>>>* Pencarian Setetes Air *<<<



(Puisi gambaran dari cerita Lelaki Yang Ingin Menangis)

Tlah ku tempuh hitam kelamnya kehidupan
Menyusuri liku dan terjalnya perjalanan
Jatuh dan tersungkur dalam kenistaan
Mengisahkan noda-noda yang tak termaafkan

Tlah ku dengar kabar suatu masa
Dari mulut seorang lelaki nan alim
Yang terdampar dalam sebuah ruangan
Mencoba menerangi sesudut kecil dihatiku
Membuat kerinduan tumbuh diladang nan gersang

Adakah jalan untuk bisa menebus semuanya?
Perjalanan tlah kuarungi setapak demi setapak
Berbagai daerahpun tlah kulalui
Namun tiada yang bisa membantu
Begitu keras dan membatukah hatiku ini?
Hingga tak ada sedikitpun celah yang dapat melunakkannya?

Pencarian setetes air
Yang keluar dari dalam diri
Yang sangat kuharapkan
Sebelum ajal menjelang

Hanya setetes air yang kudambakan
Kilauan bening yang keluar dari kelopak mata
Air mata pembersih dosa…
Mungkinkah kan kudapatkan??

Ajarilah aku cara menangis….

(MCDLC_200712_Pencarian Setetes Air)


Dosa dan maksiat akan meninggalkan noda dalam hati, semakin sering berbuat dosa dan maksiat maka noda yang menempel akan semakin banyak dan tebal, hingga akhirnya menutupi seluruh permukaan hati. Jika demikian adanya, bagaimana hati bisa menerima petunjuk dari Allah?. Jika hati telah tertutup oleh noda kemaksiatan, bagaimana bisa pertolongan Allah akan datang?

Jika hati sudah membatu, akan susah untuk disentuh oleh suatu kebenaran bahkan untuk mengeluarkan air matapun akan begitu susah. Oleh karena itu, bersihkanlah hati dari noda dosa dan maksiat sebelum terlambat, sebelum hati membatu dan sebelum ajal menjelang.

Bertoubatlah, sebab hati adalah tempat mendaratnya pertolongan Allah. Jika hati kita bersih maka pertolongan Allah akan mendarat dengan tepat. Kikislah dosa-dosa dengan istighfar dan sadarilah keberadaan kita dihadapan Allah

Senin, 05 Maret 2012

MUNAJAD CINTAKU





Tatkala jiwa bertanya
Apa yang sedang terjadi?
Ketika hati meragu
Apa yang akan menimpa diri?
Jika semua tak terjawab
Mungkin hati sudah ternodai

Damai cinta yang dahulu menerpa hati
Kini mulai merasa hening
Kala cinta mulai terasa kering
Diterpa gelombang keraguan
Dihadang ribuan rintangan
Semuanya bagaikan buih dilautan
Berlalu jauh meninggalkan ketenangan

Biarlah semua mengusik
Biarlah semua mengucil
Mengikis kegersangan qalbu
Mendera kegalauan hati
Meresahkan hidup didalam asa
Namun satu hal yang kupinta
Jangan Engkau jauh dariku

Terenung aku merenung
Tersudut aku diruang paling sudut
Menangis sendu mengharapkan cinta
Ku coba hilangkan segala rasa
Untuk membangkitkan satu cinta
Hanya satu cinta, cinta padaMu ya Illahi
Dalam jiwa dan qalbuku

Setakbir berdiri dalam kepasrahan
Serukuk menunduk dalam ketundukan
Sesujud bersimpuh dalam kekhusyukan
Munajad menggapai ridhoMu
Mengetuk hati yang tertutup
Membuka segala harapan yang ada
Agar keindahan cintaMu dapat kurasakan

Hanya setetes cinta
Yang ku dambakan dariMu
Hanya setetes rahmat
Yang kunanti dariMu
Wahai Rabbku
Izinkanlah aku mendekap kenikmatan bersamaMu
Agar ketenangan dapat kurasakan
Walau hanya sesaat dalam sujudku
 

Minggu, 26 Februari 2012

MALULAH KEPADA ALLAH



Wahai saudaraku…malulah kepada Allah
“ Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk sembahyang), dan (melihat pula) perobahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud.” (Asy-syu’ara’: 218-219)
Wahai saudaraku yang sering melakukan maksiat
“ Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah?” (Nuh: 13)
Tidakkah kalian tau bahwa diantara sifat Allah adalah
“Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.” (al-mu’min: 19)
Dia selalu mengawasi semua gerak-gerikmu
Baik yang kamu sembunyikan atau yang kamu perlihatkan
Baik yang dilakukan dimalam maupun siang hari
“ Dia selalu bersama kamu dimana saja kamu berada” (al- Hadid: 4)

Wahai orang yang terlena dalam kesesatan dan dosa
“ Tidaklah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?” (al-Alaq: 14)
Jangan sekali-kali kalian mengira bahwa Allah lupa akan apa yang kalian kerjakan
Dan jangan pula kalian mengira Allah tidak melihat apa yang kalian perbuat
Karena, “ Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (an-nisa: 1)
Bahkan Allah menyifati diriNya dengan
“ Yang menjaga setiap diri terhadap apa yang diperbuatnya” (ar-Rad:33)
Setiap diri, termasuk diri kalian wahai para pembaca yang budiman.

“ Disaat kamu melakukan maksiat dalam persembunyianmu dan dihatimu ada perasaan bahwa Allah melihatmu, maka kamu telah melakukan tindakan yang sangat lancang. Dan apabila kamu menyangka bahwa Dia tidak melihatmu, maka engkau telah melakukan tindakan kekafiran”. (Hamid ath-Thawil berkata kepada Sulaimanbin Ali)

Sungguh akan binasa dan merugi orang yang seperti itu
“Sungguh Allah telah membela kamu sebelum kamu terwujud didunia. Dia berkata kepada malaikat, dengan maksud membelamu sewaktu menciptakanmu” (Abul Faraj Ibnu Jauzi)
“Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui” (Al-Baqarah: 30)

Dia menganggap banyak, amal (dzikir) kamu yang sebenarnya sedikit.
Dia berfirman “laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah” (Al-Ahzab: 35)

Dia juga mengampuni kekhilafan bapak (Adam) dan ibu (Hawa) kamu dengan menganggap dosanya akibat godaan syetan.
Dengan berfirman : “ Syetan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya (Al-A’raf: 22)
Dia akan mengampuni kesalahan2mu sambil berseru
“Hai orang-orang yang beriman bertoubatlah kepada Allah (at-Tahriim: 8)

Dia mengingatkan kamu supaya bertaubat disaat kamu melakukan kesalahan, seraya berkata:
Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah (Al-Infithaar : 6)

Dia memberi keuntungan yang besar kepadamu apabila kamu bermuamalah denganNya
“ Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya” (Al-An’am: 160)

Zat yang membelamu sewaktu kamu belum terwujud
Dia mengutamakanmu diantara para makhlukNya
Maka sudah seharusnyalah apabila kamu mengutamakanNya dibandingkan yang lain.

( Dari buku karangan DR. Khalid Abu Syadi, Allah Bersamaku hal 27-31)

Renungan untukku dan untukmu sahabat fillah....Semoga bermanfaat dan kita dapat mengambil hikmahnya...

Selasa, 03 Januari 2012

Wahai Insan Bercerminlah




Sudahkah kita bercermin pada diri sendiri??
Lihatlah mulutmu, lihatlah hatimu
Sudah baikkah dia???
Benarkah tidak ada penyakit yang tersimpan didalamnya??

Wahai mulut…
Apa gerangan yang sering engkau ucapkan??
Apakah aku selama ini tlah tertipu??
Adakah hati-hati yang engkau remuk dengan kata-katamu yang mengiris tajam??
Adakah kata-katamu yang semanis madu palsu yang engkau ucapkan untuk menipu beberapa orang??
Benarkah engkau menyebut nama Allah dengan tulus??
Benarkah engkau merasa syahdu memohon agar Allah mengampunimu??

Wahai hati…
Apakah engkau shaleh atau shalehah seperti yang engkau tampakkan??
Khusyu’kah sholatmu? Dzikirmu? Doa-doamu??
Ikhlaskah engkau melakukan semua itu??
Jujurlah wahai tubuh yang malang….
Ataukah engkau menjadi makhluk riya tukang pamer??
Atau engkau merasa punya kelebihan daripada orang lain??

Apakah yang engkau pamerkan??
Apakah yang engkau sombongkan??
Hartakah??
Apa yang akan engkau banggakan dari hartamu??
Apakah engkau berpikir bahwa harta yang engkau peroleh hanya karena hasil usahamu sendiri?
Seperti yang diucapkan Qarun "Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku" (Al-Qashash 28 : 78)
Ingatlah… jika Allah berkehendak, hartamu akan binasa seketika…
Bukankah kita sudah mengetahui “bahwa Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta (QS 28 : 78)

Nasabkah yang engkau banggakan??
Apa yang akan engkau banggakan dari nasabmu??
Berdarah birukah?? Orang terkenalkah??
Tak ada gunanya hal tersebut dimata Allah
Yang membedakan kita hanyalah taqwa
Dan kelak dihari kiamat tiada berguna nasabmu itu
Karna “ Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya. (Al-Mukminun : 101)

Ohhh… mungkinkah kekuasaan yang engkau banggakan??
Apalah artinya kekuasaan,
Jika roh berpisah dengan ragamu,
kekuasaan takkan dibawa hingga keliang kubur.
Atau… engkau bangga karna engkau merasa cantik / gagah??
Ingatlah, seiring berjalannya waktu
Kecantikan atau kegagahanmu akan sirna juga
Dan ingatlah “apa saja yang diberikan kepada kamu (kekayaan, jabatan, keturunan dsb), maka itu adalah keni'matan hidup duniawi dan perhiasannya, sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya? “(Al-Qashash 28 : 60)


Hmmm…ternyata bukan hanya itu ??
Amal ibadahkah yang engkau banggakan sekarang??
Apa yang akan engkau banggakan??
Merasa dekat dengan Allah kah??
Merasa bahwa Allah tlah menuliskan namamu di syurga sana??
Apakah engkau merasa sempurna amal ibadahmu dibandingkan orang lain??
Engkau merasa tlah menegakkan amar makruf nahi mungkar?
Engkau merasa dirimu pantas dihormati dan menjadi panutan?
Engkau merasa hanya nasehatmu saja yang pantas didengar?
Apakah engkau merasa derajatmu lebih tinggi dibandingkan orang lain??
Duhai hati yang merasa bangga karna amal ibadah…
Pernahkah engkau berpikir bahwa amal ibadahmu akan lenyap karna sifatmu itu…
Ridhokah Allah dengan sikap dan sifatmu yang membanggakan amal ibadahmu dan merasa lebih baik daripada orang lain??
Tak terpikirkah olehmu betapa murkaNya Allah karnanya??
Ingatlah…"Janganlah engkau semua melagak-lagakkan dirimu sebagai orang suci. Allah lebih mengetahui siapa yang sebenarnya bertaqwa." (an-Najm: 32)

Jangan-jangan… ilmu pengetahuan yang engkau miliki pun engkau banggakan sekarang??
Merasa pintarkah engkau sehingga yang lain engkau anggap bodoh?
Merasa ilmumu luas dan dalamkah sehingga engkau merasa harus menjadi rujukan?
Apakah engkau merasa hanya engkaulah yang pantas menasehati orang lain,
sedangkan orang lain yang ilmunya dibawahmu tak pantas menasehatimu?
Merasa bahwa engkau murid dari seorang guru / kiyai terkenalkah sehingga engkau tak ingin mendengar nasehat selain dari guru/ kiyaimu, apalagi nasehat dari mereka yang awam daripadamu?
Oohhh… betapa naifnya dirimu yang menganggap seperti itu…
Ingatlah, ilmu yang engkau dapatkan hanyalah setetes ilmu dari lautan ilmu milikNya
Dan ingatlah diatas langit masih ada langit
Untuk apa engkau banggakan ilmumu yang hanya akan merusak amal ibadahmu
Karna yang Allah nilai hanyalah keikhlasanmu dalam menuntut ilmu dan memberinya kepada yang lain
Maka tanamkanlah ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk
Semakin banyak tahu maka semakin tawadhu
Pernahkah engkau berpikir bahwa siapa tau orang yang menasehatimu walau sedikit ilmunya namun dimata Allah ia adalah hamba yang sangat dicintaiNya,
Karna ilmunya yang sedikit dapat membuat hatinya bersih dan beribadah dengan baik kepada Allah Dibandingkan dirimu yang banyak ilmunya namun telah tertanam kesombongan dalam hatimu itu
Dan ingatlah…Sedikit ilmu lebih baik dari banyak ibadah. Cukup bagi seorang pengetahuan fiqihnya jika dia mampu beribadah kepada Allah (dengan baik) dan cukup bodoh bila seorang merasa bangga (ujub) dengan pendapatnya sendiri. (HR. Ath-Thabrani)

Sudahkah engkau menyadari kesalahanmu??
Atau mungkin engkau tak menyadari dirimu berpenyakit??
Cobalah tanya kepada sahabatmu atau orang yang kenal dengan dirimu
Biarkan mereka mengomentari tentang sifat dan sikapmu
Mungkin dia bisa melihat mulutmu berpenyakit atau hatimu yang berpenyakit
Carilah sahabat yang benar-benar sahabat
Karna sahabat yang baik adalah sahabat yang dapat memberi nasehat
Yang dapat memberitahukan keburukanmu bukan yang membenarkan kata-katamu

Owh, lihat…ternyata ada temanmu yang mengatakan engkau sombong
Apa yang akan engkau perbuat??
Engkau musyawarahkan apa kesalahan yang ada padamu dengannya??
Engkau menyadari dan bertobat karnanya??
Subhanallah, Alhamdulillah… engkau tlah diberikan hidayah oleh Allah.
Ohhh tidakkkk….apa yang sebenarnya terjadi??
Ternyata engkau marah dan kesal karenanya
Lihat apa yang engkau lakukan sekarang…
Tanpa musyawarah dan muhasabah tentang kebenarannya,
Engkau mencari alasan untuk membenarkan perkataan dan perbuatanmu
Bahkan engkau tlah menghina mereka karna engkau menganggap dirimu benar
Sungguh celakalah dirimu, hatimu benar-benar tlah tertutup dan engkau tlah tersesat dari kebenaran,
Tiada lagi gunanya semua nikmat yang engkau miliki, amalmu yang banyak dan ilmu agamamu yang luas tersebut
Karna “tidak akan masuk surga seseorang yang didalam hatinya ada rasa sombong, meski hanya seberat biji sawi” (HR.Muslim)

Duhai diri yang tlah lengah
Bertaubatlah… bersihkan mulutmu
Jadikanlah mulutmu yang slalu berdzikir kepada Allah
Jadikanlah mulutmu yang memberi manfaat,
Yang membuat orang lain tidak berputus asa dengan rahmat Allah
Dan tidak menjerumuskannya kedalam kedurhakaan kepada Allah.
Betapa banyak orang-orang yang terjerumus kedalam neraka karena mulut dan hatinya
Pernahkah engkau berpikir mungkin namamu sudah tercatat dalam nama penghuni neraka?
Ingatlah Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda “Sesungguhnya ada seorang hamba yang mengucapkan suatu kalimat dengan tanpa memikirkannya (terlebih dahulu), yang dengan sebab itu ia tergelincir ke dalam neraka yang kedalamannya lebih jauh daripada jarak antara timur dan barat.” (HR. Bukhori Muslim)


Wahai insan yang lalai…
Bertaubatlah… Bersihkanlah hatimu, jadilah orang yang bertawadhu
Janganlah engkau meremehkan siapa pun
Karna “cukup menjadi kejahatan seseorang jika dia meremehkan saudaranya seislam” (HR. Muslim)
Dan janganlah engkau mengharapkan kehormatan dari siapapun
Karna “ barangsiapa senang jika orang-orang berdiri menghormatinya, hendaklah dia mempersiapkan tempat duduknya dari api neraka” (HR Ahmad)
Buanglah semua sifat buruk yang bersarang dihatimu
Karna kita “hanya diperintahkan menyembah Allah dengan ikhlas menaatiNya semata-mata karena menjalankan agama” (Al-Bayyinah: 5)

(My Diary_Muhasabah Untukku & untukmu_Wahai insan bercerminlah)

Ya Allah, aku memohon kepadaMu ketegaran dalam menghadapi segala permasalahan. Aku memohon dengan sangat kepadaMu untuk memberikan curahan petunjuk serta aku memohon kepadaMu dapat mensyukuri nikmat dan rajin melakukan ibadah. Aku memohon kepadaMu lisan yang jujur dan hati yang lurus. Aku berlindung kepadaMu dari kejelekan yang Engkau ketahui serta aku memohon kebaikan yang Engkau ketahui. Serta aku memohon kepadaMu curahan ampunan dari segala dosa yang Engkau ketahui sebab hanya Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib (HR Imam Tirmidzi)
 

Senin, 05 Desember 2011

BILA WAKTU ITU TIBA






Ketika selimut putih membungkus tubuh
Tangisan duka mengharu biru melepaskan kepergian
Sudah sanggupkah engkau menghadapi masa itu?

Seandainya jenazah yang sedang kita tangisi bisa berbicara
Menceritakan pengalaman sakaratul mautnya
Maka kita akan ketakutan dan menangisi diri sendiri

Tahukah dirimu seberapa dahsyatnya saat sakaratul maut itu?
“Sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang” (HR. Tirmidzi)
“Rasa sakit yang dirasakan menghujam jiwa
Menyebar keseluruh anggota badan
Tubuh terasa ditarik-tarik dan dicabut
Dari setiap urat nadi dari akar rambut hingga kaki” (Imam ghozali)
Sungguh…takkan terbayang oleh kita betapa sakitnya siksaan itu..

Wahai sahabat…
Sudahkah kita mengingat malam pertama didalam kubur?
Apakah yang akan kita rasakan ketika malam pertama diletakkan didalam kubur?
Dimana tidak ada teman, sahabat, keluarga ataupun harta.
Adakah tempat untuk kita lari atau sembunyi?
Masihkah bisa kita meminta hidup kembali??

“Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata “Ya Tuhanku, kembalikanlah aku kedunia agar aku berbuat amal yang sholeh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkan saja. Dan dihadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan (Al-Mu’minun: 99-100)

Wahai diri yang lengah…
Bertaubatlah…
Berhentilah dari maksiat, jauhilah sifat dan sikap yang mengundang dosa…
Apabila jiwa telah berkumur dengan nafas sekarat didalam dada
Barulah engkau menyadari bahwa waktumu terbuang sia-sia selama ini

Wahai sahabat…
Apa yang telah kita siapkan untuk malam itu??
Sementara nabi bersabda
“Kubur itu taman diantara taman-taman yang ada disyurga
Atau lubang dari lubang-lubang yang ada dineraka” (HR. Tirmidzi)

Wahai diri yang lalai…
Ibumu telah melahirkanmu dalam keadaan menangis
Sementara orang-orang disekelilingmu tertawa penuh rasa bahagia
Maka beramallah untuk dirimu
Agar engkau menjadi orang yang tertawa penuh bahagia
Ketika mereka menangis saat kepergianmu

Maka beramallah untuk rumah esok
Agar kita ditempatkan ditempat yang terbaik
Yang malaikat Ridwan penjaganya
Muhammad tetangganya
Dan Allah yang membinanya…

(My Diary_Muhasabah untukku dan untukmu_Bila waktu itu tiba)
 

Senin, 14 November 2011

Benarkah Engkau Mencintai Allah??

~~~~~~~########~~~~~~~~
Benarkah Engkau Mencintai Allah??
~~~~~~~########~~~~~~~~


Wahai diri…
Apabila engkau ditanya apakah kamu mencintai Allah??
Maka, tentulah engkau menjawab,,Ya… aku mencintai Allah…
Namun, apakah benar engkau mencintai Allah??

Benarkah engkau mencintai Allah sedangkan siang dan malam engkau melupakanNya?
Benarkah engkau mencintai Allah sedangkan engkau sering mengundang murkaNya?
Bagaimana engkau mencintai Allah sedangkan engkau sering melanggar perintahNya dan menjalankan laranganNya?
Bagaimana engkau mencintai Allah sedangkan surat cintaNya tak pernah engkau baca dan amalkan?
Bagaimana engkau mencintai Allah jika surat cintaNya dikumandangkan engkau mengabaikannya?

Bagaimana engkau mencintai Allah sedangkan kedatanganNya disepertigaan malam tidak pernah engkau sambut??
Dimanakah letak engkau mencintai Allah sedangkan engkau lebih suka bersenang-senang dalam kemaksiatan?
Dimanakah bukti bahwa engkau mencintai Allah wahai hamba yang mengaku cinta kepadaNya?
Apakah cintamu hanya dimulut saja??

"Apakah kita akan menyeru selain daripada Allah, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan kemanfaatan kepada kita dan tidak (pula) mendatangkan kemudharatan kepada kita dan (apakah) kita akan kembali ke belakang, sesudah Allah memberi petunjuk kepada kita, seperti orang yang telah disesatkan oleh syaitan di bumi dalam keadaan kebingungan. Kawan-kawannya mengajaknya kepada jalan yang lurus (dengan mengatakan): "Marilah ikuti kami". Katakanlah:"Sesungguhnya petunjuk Allah itulah (yang sebenarnya) petunjuk; dan kita disuruh agar menyerahkan diri kepada Tuhan semesta alam, dan agar mendirikan sholat serta bertakwa kepadaNya". Dan Dialah Tuhan yang kepadaNyalah kamu akan dihimpunkan” (Al-An’am : 71)

Wahai hamba yang mengaku mencintai Allah…
Apakah engkau terlena dalam kubangan maksiat dan acuh tak acuh pada seruan kebenaran?
Bagaimana bisa membangun iman?
Kapan bagunan iman akan ditegakkan??
Jika kamu membangun, yang lain menghancurkan…

Wahai hamba yang mengaku mencintai Allah…
Sudikah engkau menjadikan yang selain Allah sebagai Tuhan??
Bukankah Dia yang telah melimpahkan nikmat kepadamu?
Karena CintaNya lah kita diberi kebaikan…
Tetapi mengapa engkau membalas air susu nikmat dari Allah dengan air tuba maksiat??

Wahai hamba yang mengaku mencintai Allah…
Sudikah engkau menjadikan agama selain Islam sebagai pegangan?
Padahal islam lah agama yang fitrah dan diridhoi Allah
Sudikah engkau menjadikan orang lain selain nabi Muhammad sebagai pemberi petunjuk dan teladan?
Sedangkan dialah yang menangisi kita kepada Allah
Ya Allah… bagaimana umatku? Siapa yang akan mengurus mereka sepeninggalanku?
Ummati…ummati… ummati… diakhir hidupnya, yang diingatnya adalah kita…

Wahai hamba yang mengaku mencintai Allah…
Adakah engkau menangisi maksiatmu??
Atau engkau terus menikmati derai tawa dalam maksiatmu??
Adakah engkau memperdaya taubatmu??
Janganlah engkau merusak agamamu

Apakah bila nafas sudah sampai ditenggorokan dan menyesakkan dada baru engkau ingat semua yang telah engkau lakukan sia-sia?
Takkan ada gunanya lagi bila hal itu terjadi…
Buktikanlah wahai hamba yang mengaku cinta kepada Allah…
Buktikan kepada Allah bahwa engkau mencintaiNya…

Wahai hamba yang tersesat, segeralah kembali kejalan Allah…
Wahai yang terdampar ditengah perjalanan nafsu, pulanglah…
Korbankanlah nafsumu…
Korbankanlah nafsumu yang terlarang ke jalan yang diridhoi Allah

Perbaikilah dirimu sebelum terlambat…
Lepaskanlah butir air mata yang tertahan disertai gelora api penyesalan
Wahai yang punya hati, berbaliklah…
Hamparan sajadah dipenghujung malam merindukanmu…

(muhasabah buatku dan juga untukmu)

Kamis, 27 Oktober 2011

Ketika CINTA Mengalahkan Cinta



Kerisauan hadir dalam hati
Ketika aku harus mengambil sebuah keputusan dalam hidupku
Diantara dua cinta…
Tak sanggup aku merangkul keduanya
Dan ketika aku harus memilih
Maafkan aku yang harus melepaskanmu pergi

Andai engkau tau
Aku mengharapkan dirimulah yang menjadi pasangan hidupku
Namun aku atau dirimu tak bisa menjamin apa-apa
Karena bukan kitalah yang menuliskannya di Lauh Mahfuz sana…tapi Dia
DitanganNya lah tertulis takdir kita
Dialah sutradara yang menentukan jalan hidup hambaNya

Jodoh takkan lari jika kita ditakdirkan bersama
Itulah keyakinan dalam hidupku
Walaupun berpuluh calon qawwam mendekat dan ingin melamarku
Jika Dia berkehendak, maka dirimu akan tetap untukku

Seperti curahan air dilahan kering
Air merupakan rizki dariNya yang tak terhingga
Begitu juga jodoh menurutku
Aku harap engkaulah rizki terindah dalam hidupku
Seorang iman dan qawwam yang akan memimpinku menuju syurgaNya

Ya Allah
Engkau tau segala isi hatiku
Aku mencintainya karnaMu
Berat rasanya dikala ketetapanMu bertentangan dengan hati
Namun, kulakukan demi kecintaanku padaMu
Ku mohon padaMu ya Allah
Kuatkanlah imanku dan imannya
Dekatkanlah hatiku dan hatinya dijalanMu

Diantara dua cinta…
Cinta kepadamu dan kepadaNya
Maafkan diriku yang lebih memilih Dia
Karna Dia lah segalanya, Sang Pemilik Cinta dari segala cinta

Ketika CINTA mengalahkan cinta
Maka ku bersujud penuh kesyukuran
Karna Dia tlah memberi petunjuk
Kepada hati yang mendambakan cinta dan keridhoanNya

(love story A-Z_Ketika CINTA mengalahkan cinta)

KETIKA CINTA HARUS MEMILIH




Matahari begitu cerah setelah tadi malam diguyur hujan, namun tidak dengan hatiku. Oktober… bulan ini pun kembali menyapa. Bersyukur dan juga bersedih, atas semua yang telah terjadi.
~~~~~~~~~~~

Untuk pertama kalinya aku mengagumi orang yang belum ku kenal, belum pernah bicara dengannya, namun yang ku tau dia adalah seorang staff pegawai honorer disekolah tempat aku PL saat itu. Masih ku ingat ketika aku duduk sendirian dilobi sekolah, tiba-tiba dia lewat didepanku dan seketika mata ini memperhatikannya. Tenang dan mendamaikan hati, itulah yang kurasakan ketika melihat wajahnya. Seketika hati ini berkata “andai suamiku nanti seperti dia, ya Allah mungkinkah dia jodohku?”. Akupun sadar dan beristigfar “astagfirullah, apa yang kupikirkan ini?”, dan secepatnya kualihkan pandangan. Aneh.. memang aneh, entah kenapa hal itu bisa terpikirkan. Oktober…itulah awal aku mengagumi pancaran ketenangan dari dirinya.

Dua purnamapun berlalu, untuk pertama kalinya dia duduk didepanku, oh iya…namanya bang Farhan (pas kejadian ini aku baru tau sapa namanya, oopss…sory padahal awal masuk dah dikenalkan sapa namanya tapi aku lupa). Agak gugup…berkeringat…itulah yang kuperhatikan darinya saat dia mencoba menerangkan tugas yang diberikan sekolah untuk kami para guru PL. Hmmm, kata dia sih kepanasan… tapi tau ngak apakah yang terlintas dalam pikiranku saat itu?, dia mungkin gugup karna bicara dikelilingi oleh 4 orang wanita cantik (^_^) (eh iya…emangnya aku cantik?? Hmmm,,,ya anggap saja demikian). Hehehe…ada-ada aja yang aku pikirkan.

Beberapa hari kemudian, ketika selesai sholat di musholla sekolah, aku melihat dia dan teman-teman PL sedang asyik bicara. Ternyata dia membicarakan masalah kuliahnya (aku baru tau dia kuliah difakultas yang sama denganku tapi beda jurusan, semua teman dah tau kecuali aku, waduhh…kemana aja aku selama ini??). Kali ini aku beranikan diri bicara dengannya hanya sekedar mengetahui apakah ia kenal dengan sepupuku karna beberapa hari yang lalu, aku menemukan akun FBnya ketika melihat akun teman sesama PL dan dari infonya kebetulan sama sekolah MAN dengan sepupuku. (Kali inilah awal aku mengenalnya).

Awal tahun baru, aku dihadapi berbagai masalah pribadi, dalam keadaan bingung ngak tau lagi mau curhat dengan siapa (biasanya curhat dengan sepupu tapi dia lagi sibuk), bang Farhan hadir bagaikan sahabat yang mau menampung segala masalah dan curhatku. Dalam keadaan bingung, dia OL di FB dan entah kenapa aku mau curhat dengannya, padahal biasanya aku tak mau curhat dengan orang yang baru ku kenal (baru dua minggu yang lalu) dan apalagi dia lawan jenis (baru kali ini aku curhat dengan lawan jenis yang ngak ada hubungan keluarga denganku).
Setelah mengenalnya sebulan lebih, hal aneh slalu saja terjadi. Aku bingung mengapa semua orang menganggap aku pacaran dengannya? Salahkah aku yang sering chat dengannya? Padahal dia sekali-sekali OL tapi pas dia OL ternyata aku juga OL, makanya teman-teman menganggap kami janjian (huff.. capek dech). Bahkan teman sesama PL memperkenalkan aku dengan temannya (sama kuliah dengan bang Farhan) bahwa aku ini calonnya. Haa?? Calon??...calon apaan ya?? duh tambah ribet aja nih. Dan peristiwa yang paling parah ketika bang Farhan datang kerumah karena ada keperluan sekolah, ketika dia sudah pulang, ibuku bertanya “Hana, itu calon menantu ibu?” Deg..perkataan ibu benar-benar membuatku terkejut, kemudian aku jelaskan bahwa kami hanya berteman dan dia juga teman sepupuku. Tapi apa kata ibu “kan bagus tu sudah ada yang kenal dia, tamatan sekolah agama juga, bisa jadi calon ustadz paling ngak dah tau soal agama, sekarang bisa saja temanan tapi sapa tau esok?” aku hanya bisa diam dan tersenyum dengar perkataan ibuku. Dan taukah hal bodoh apakah yang aku lakukan? Aku malah menceritakan hal ini padanya. Hahaha… ntah aku terlalu lugu, polos atau memang bodoh. Huff… aku bingung dengan semua kejadian2 akhir2 ini, dan aku semakin bingung dengan pertanyaan temanku yang menanyakan perasaanku padanya, aku benar2 ngak tau apa yang aku rasakan.

Dua bulan kemudian, walau aku ngak PL lagi disekolah tersebut tapi sekali2 aku mampir kesana untuk bertemu dengan murid2ku dulu. Hari ini aku dan temanku datang kesekolah, ketika aku pulang, aku melihatnya sholat sendirian dari depan (karena dinding musholla hancur jd yang sholat bisa tampak dari depan). Tiba2 aku merasakan hal aneh, hatiku begitu merasakan ketenangan melihatnya, badanku seketika mendingin dan jantungku berdesir berdetak cepat, tak bisa aku gambarkan apa yang kurasakan saat itu. Baru kali ini aku menyadari kalau aku menyukainya. Aku merindukan suasana ini , merindukan seseorang yang dapat menggetarkan hatiku karna agamanya.
Seiring berjalannya waktu, kami semakin dekat karna ada salah seorang muridku dulu yang bermasalah, sedangkan aku ngak bisa membantu karna sudah keluar dari sekolah makanya aku sering meminta bantuan untuk menolong anak muridku itu padanya. Ada apa ini, ada apa dengan hatiku?? perasaanku padanya semakin kuat. Cinta ini semakin lama semakin sulit ku pendam dan tak biasanya aku sampai larut seperti ini.
*******************************************************

Saat jandela hatiku tlah t'buka...
Ku temukan sesuatu yang berbeda dari diriku...
Ku tak mengerti tentang perasaanku
Setiap ku melihatnya hatiku begitu damai…
Setiap melihatnya melakukan ibadah, perasaan ini semakin susah tukku hindari

Bagiku ia yang terbaek,,
Ku suka kekurangan dan kelebihannya...
Ku suka semua tentangnya..
Jika bersamanya rasanya tak ingin kulewati walau sedikit pun
Tak terasa waktuku pun habis memikirkannya...

Namun,,
Apa ia tau seberapa besar rasa ini???
Ku sayanginya,,,
Ku mencintainya,,
Dari relung hatiku yang terdalam...

Salahkah aku mencintainya??
Apakah rasa ini akan selalu ada??
Mungkinkah perasaan ku akan di balas dengan senyuman??
Aku pun tak tahu
Hanya waktu yang bisa menjawabnya
Tak pernah kusesali mencintainya..
Ku berikan semua ekspresiku ini hanya untuknya...

Ya Rabb….
Apakah ia merasakan apa yang aq rasakan...
Perasaan ini sulit aq pendam...
semakin lama aq mengenalnya...
semakin susah aq melupakannya...

Ya Rabb....
Ku ingin tau isi hatinya
Karna ku merasakan ia memendam sesuatu padaku
Ku tak ingin terlalu larut dlm perasaanku ini

Ya Allah…..
Di setiap tahajutku selalu ku selipkan namanya pada-Mu
Ku meminta agar Engkau selalu menjaganya dan berikan kebaikan untuk dirinya…
Jika ia tercipta unk ku dan menjadi milikku….
Satukanlah hati kami, buatlah kami semakin dekat ….
Tapi jika ia bukan untukku….
Maka hilangkanlah secepatnya rasa ini dari hatiku…
Buatlah kami semakin jauh….

Ya Allah..
Apakah ia kan menjadi imamku di suatu saat hari nanti???
Hanya pada-Mu aq meminta….
Kupaasrahkan semuanya kepada-Mu

************

Beberapa bulan pun berganti, entah kenapa sebuah keberanian datang ketika chat, aku putuskan untuk menanyakan sesuatu padanya (aku bilang padanya ini pertanyaan pertama dan terakhir), tentang sikap dia selama ini padaku, tentang semua perhatian dan kebaikannya yang agak berbeda kepadaku, aku tak ingin menyalah artikan maksud kebaikannya dan tak ingin larut dalam perasaan cinta ini. Aku bersyukur atas jawaban yang dia berikan, dia menyatakan sikapnya dengan yang lain sama aja, dan kami membahas masalah pacaran zaman sekarang, dia tak ingin pacaran. Bagiku jawaban ini sudah cukup untuk menenangkan hatiku agar aku tak larut lagi dengan perasaanku dan aku juga bisa semakin mantap mengatakan pada teman2 kalau kami tidak ada hubungan apa2. Namun keesokan harinya, dia sms yang intinya salahkah kedekatannya selama ini karena adanya perasaan sayang kepadaku? dan bertanya bagaimana pendapatku. Deg…aku bingung,, Lama waktu yang kubutuhkan untuk menjawab smsnya, setengah hari kucoba berpikir dan memutuskan mengatakan “ apa yang bang rasakan kepadaku itu juga yang aku rasakan, namun bisakah kita bersikap seperti biasa sebelum chat dan sms hari ini”. Akhirnya kami sepakati hal tersebut, bersikap biasa dan menjaga hati.

Namun, semakin lama rasa cinta itu semakin sulit untuk dibendung dan akhirnya kata2 cinta pun terucapkan, bermula ketika aku ulang tahun, aku sms dirinya hanya untuk sekedar meminta nasehat atau do’a dihari yang bahagia ini, dan taukah balasan akhir smsnya, Dinda tersayang yang Bang sayang karna Allah. Deg…aku terkejut dan membalas “ya ampun bang, aku terkejut dengarnya, tapi maaf bang sekarang belum saatnya ” . Namun, apa yang sebenarnya terjadi dengan hatiku? Badanku mendingin, darah terasa berhenti mengalir dan jantungku berdetak cepat, ahh…aku merasa tersanjung. Dan ketika chat beberapa hari kemudian dia memintaku untuk mengucapkan aku sayang padanya, awalnya aku bingung, namun akhirnya ku ucapkan. Dalam benakku aku hanya berpikir, mungkin hanya mengucapkan sebuah perasaan lewat tulisan tidak masalah.

Seiring berjalannya waktu, bulan pun berganti, aku merasakan dia semakin menjauh, perasaanku tak karuan. Dan ketika aku menanyakan apa yang sebenarnya terjadi, dia menyakinkanku bahwa hubungan kita akan baik2 saja dan pernah mengatakan izinkan bang untuk kembali kepadaNya. Namun perasaan itu semakin lama tidak tenang, apalagi setelah mimpiku semalam yang membuatku takut. Ini bukan mimpiku yang pertama tentangnya namun ini mimpi yang keempat kalinya dan mimpi inipun berbeda. Pernah dahulu aku bermimpi dia tersenyum melihatku ketika bertemu disebuah lorong ruangan, dan anehnya mimpi itu benar-benar terjadi, kami berpapasan di samping bangunan kampus fakultas, aku dan dia bertemu hingga membuatku grogi ketika menatap mata dan senyumnya dan seketika aku ingat dgn mimpi itu dan ingat semalam aku sangat merindukannya, aku langsung ngacir tanpa bicara padanya, yang akhirnya aku minta maaf atas sikapku dengan sebuah alasan yang dibuat-buat.

Dan pernah juga aku bermimpi dia tersenyum ketika bertemu diatas mobil, ahhh…ternyata benar mimpi itu jadi kenyataan, kami berada disatu angkot karena hendak pergi walimahan ketempat teman. Aku grogi, tak sanggup ku menatap wajahnya yang ada didepanku, dan aku cemburu melihat keakrabannya dengan teman-temanku yang lain (kebetulan teman2 ngak ada yang tau tentang hubungan kami). Dan sekarang…mimpi ini sangat berbeda, danku takut hal ini terjadi sama seperti mimpi2 sebelumnya yang jadi kenyataan. Aku bermimpi dia dalam keadaan tak seperti biasanya, pakaian urak-urakan, wajah lusuh, tak ada sedikitpun senyuman dan yang parahnya aku melihat dirinya merokok, aku takut ini terjadi, karna ku tau ini bukan sifat dan sikapnya.

Kegelisahan semakin menjadi, aku merasa ini ada hubungannya dengan hubungan kami dan entah kenapa hati kecilku slalu berkata bahwa hubungan ini akan segera berakhir. Sebelum semuanya terjadi, ku siapkan hati untuk menerima apa yang akan terjadi nanti (tapi kenyataannya hatiku tetap hancur) dan aku pun sudah membuat satu akun FB untuknya. Ku pun membuat kalau aku berpacaran dengan akun baru tersebut, aku katakan padanya lewat pesan bahwa akun itu aku buat hanya sekedar main-main saja. Namun apa sebenarnya terjadi , dia tidak tau. Kulakukan semua ini hanya untuk menyelamatkan namanya suatu hari nanti. Padahal beberapa orang dahulu pernah mendekatiku namun aku katakan tidak ingin pacaran, tapi sekarang apa yang aku lakukan?? ku biarkan namaku tercoreng dihadapan teman2 yang lain. aku merasa hubungan ini akan berakhir dan jika suatu hari nanti aku kesal padanya, teman-teman ngak bakalan tau hubungan kita, yang mereka tau aku pacaran dengan akun yang mereka tidak kenal.

Akhirnya aku ngak sanggup lagi menahan kegelisahan ini, ku pun mengirim sms padanya, menanyakan bagaimana sebenarnya perasaannya padaku. Sakit…perih…mengapa baru sekarang dia mengatakan apa yang sebenarnya dirasakannya. “maafkan abang yang tidak bisa mencintai seperti kamu mencintai abang, perasaan pertama mengenalmu sekarang mulai berkurang, bang dah coba introspeksi diri namun kecemasan yang terjadi, jangan tanya kenapa karna bang ngak tau apa yang sebenarnya terjadi, sebelum kamu jauh terluka izinkan abang menjauh namun tetap tidak ada niat tuk merusak hubungan ini”. Ingin ku berteriak mengeluarkan perasaan sakit ini, kenapa dia baru sekarang jujur kenapa tidak dari dulu, dan apa sebenarnya terjadi? Kenapa tidak ada alasan yang pasti, kenapa dia ingin menjauh tapi tak ingin merusak hubungan ini. Ingin aku membencinya tetapi ku tak bisa.
***********
Jika seseorang mencintaiku
Maka kan kubalas dengan ketulusan cinta sepanjang masa
Namun ketika dia mulai menjauh
Sementara cintaku terus bersemi
Kupanjatkan doa kepada Illahi
Agar memberi petunjuk yang menerangi

Dalam kelapangan dada ini
Sesukamu engkau boleh tinggal
Karena itulah arti tertinggi
Bagi ketulusan hati yang mencintai

Sekalipun wajahku tak dapat menatapmu lagi
Namun cinta dan ukhuwah tak akan pernah sirna
Aku takkan berhenti memujimu dari kejauhan
Bersama untaian doa
Jiwaku akan selalu merindukanmu
Bersua bersama penuh ketulusan dan cinta

Ketika orang yang mengasihimu ini
Mencium semerbak aroma kerinduan
Kedua mata tergerak mengalirkan bulir-bulir cinta
Dikedalaman terdengar lantunan ayat-ayat cinta yang tersembunyi dalam hati

Ketika ku hantar dirimu kegerbang perpisahan
Kulepas engkau dengan lambaian
Seakan jiwaku sedang melepaskan seluruh kebahagiaan diri
Tak sanggup ku menatap kepergianmu
Karena tatapan hanya menambah pilu
Dulu, sebulan bagai sehari
Namun kini, sehari bagai bulan-bulan yang tak henti

Ketika kita berpisah
Antara aku dan engkau
Biarlah kata sabar yang menghiasi ucapan perpisahan
Dari orang yang memendam rindu kepadamu
Menyesal atas semua yang telah berlalu
Karena tiada bekal untuk perjalanan abadi

Pada Allah aku hanya bisa memohon
Semoga dosa kita diampuni
Atas kekhilafan yang telah terjadi
Tanpa disadari kita tlah bermaksiat dariNya

Dengan ikhlas kulepaskan engkau pergi
Untuk menjalani hidup yang diridhoi
Dan kini ku serahkan cinta dan rinduku kepada pemilik hati ini
Semoga Allah memberikan yang terbaik buat kita

**********
Beberapa hari setelah dia memutuskan menjauh dariku, aku bermimpi lagi, dia bermenung, tampang kuyu dan sedih dan ketika aku menyapanya , air matanya menetes. Aku terbangun, bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi, bukankah ini yang dia inginkan, menjauh dariku namun kenapa dia bersedih??. Beberapa hari kemudian akupun bermimpi dia meninggal, aku terkejut, takut dan air mata sudah mengalir, ternyata aku hanya mimpi. Ku buat pesan ke inboks FBnya menanyakan bagaimana kabarnya, karna aku tak ingin bertanya langsung. Hati ini tak tenang ingin mengetahui bagaimana kabarnya, aku beli sebuah kartu kemudian aku menelponnya. Mendengar suara “assalamu’alaikum” dari sana perasaan jadi lega, ku langsung mematikan telp tanpa bicara sepatah katapun.

Setelah seminggu menjauhnya dia dariku, sepupuku sedang bermasalah dengan kisah cintanya, dan dari kisah cintanya itu membuat aku berpikir bagaimanapun caranya kita memperjuangkan kisah cinta, namun semuanya berada di tangan Allah, kemudian pertanyaan2 timbul dalam benakku salahkah hubungan aku dengan dia? Salahkah atas perasaan cintaku ini? Aku memang merasa adanya kesalahan dalam hubungan ini, tapi dari segi mana? Yang ku tau selama ini, yang namanya pacaran adalah mereka yang sering pergi berduaan, duduk berdekatan, berpegangan tangan, bermesra-mesraan didepan umum. Tapi aku tidak melakukan hal tersebut, selama ini hubungan kami hanya sebatas komunikasi, kami tidak pernah duduk berdekatan, kami tidak pernah bersentuhan kulit, bahkan sejak aku mengenalnya ketika teman-teman sibuk bersalaman dengannya waktu perpisahan, aku malah cuek, malas bersalaman dengannya maupun dengan teman cowok lainnya. Lantas apa yang sebenarnya salah dalam hubunganku dengannya?? Apa yang sebenarnya terjadi padanya? Dan setiap tahajud aku memohon diberikan petunjuk.

Beberapa minggu kemudian, aku teringat dengan akunku yang lain yang sudah lama tak dibuka, sebuah catatan teman menarik hatiku yang membahas mengenai khalwat, astagfirullah…ternyata selama ini hubungan kami telah dikategorikan dalam pacaran, walaupun selama ini kami menjalin hubungan lewat sms, telp dan chat walaupun kami tidak setiap hari komunikasi namun hubungan ini tetap dinamakan pacaran karena sudah mengumbar kata cinta dan komunikasi yang kami lakukan tetap dinamakan berkhalwat karena esensi khalwat ialah adanya kebebasan dalam berduaan baik secara langsung bertemu maupun secara tidak langsung (komunikasi).

Ku mengingat kembali apa yang telah terjadi selama ini, teringat akan perkataan dia yang ingin kembali padaNya, teringat dengan sms terakhir “bang berusaha introspeksi diri namun yang ada malah keresahan yang ia rasakan” dan teringat mimpi dia meminta maaf atas kekhilafan yang telah terjadi . Teringat akan doa-doaku selama ini pada Allah yang memohon agar dijaga hati ini dan dijaga hubungan kami agar tidak melampoi batas. Ya Allah… inikah jawaban yang aku cari selama ini, ternyata Engkau ingin menjaga hatiku dan hubungan kami agar tidak melampoi batas lagi, dengan masalah ini membuatku sadar, ternyata selama ini aku bermaksiat kepadaMu. Aku berusaha dekat denganMu namun aku juga tlah bermaksiat dariMu. Dan sebuah hadits membuatku berderaian air mata dan memohon ampunan kepadaNya. “Hai anak adam, kamu tidak adil kepadaKu, aku mengasihimu dengan kenikmatan-kenikmatan tetapi kamu membenciKu dengan berbuat maksiat. Kebajikan Ku turunkan kepadaMu dan kejahatanmu naik kepadaKu. Selamanya malaikat yang mulia datang melapor tentang kamu tiap siang dan malam dengan amal-amalmu yang buruk (Arrafi dan Arrabi’i).

Namun kebingungan terjadi pada diriku, aku dihadapkan dalam dua pilihan yang sangat sulit untuk kupilih, aku mencintai Allah tapi aku tak sanggup untuk berpisah dari orang yang aku cintai. Sanggupkah aku menahan perasaan cinta dan rindu yang mendera jika berpisah?, sanggupkah aku mengorbankan semua harapanku? Bolehkah aku menunggunya?. Hanya sebuah do’a yang dapat kupanjatkan, Ya Allah jika melepaskannya adalah pilihan terbaik maka bantulah aku untuk memudahkan urusan ini dan tenangkanlah hatiku menerima ketetapan dariMu.
Semakin hari aku semakin yakin bahwa hubungan ini harus diakhiri, apa gunanya menjauh namun hubungan yang tidak seharusnya ini tetap berjalan, dan kenapa aku harus menunggu padahal semuanya Allah yang akan mengaturnya, namun aku tak tau apa yang harus aku lakukan. Mencari dan terus mencari sebuah kebenaran dan berpikir apa yang harus ku lakukan dan katakana, akhirnya sebuah keputusan kutekadkan.

Oktober… bulan dimana aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan kami. Dengan sebuah pesan di inboks FB yang mengucapkan terima kasih dan bersyukur atas keputusannya yang ingin menjauh telah menyadarkanku dan terima kasih karna selama ini telah memberiku sedikit pengetahuan agama dan memohon maaf atas kekhilafanku yang telah membawanya kedalam lembah kehinaan. Mengenai harapan kita untuk membina rumah tangga yang entah kapan akan terwujud biarlah Allah yang menentukan semuanya, apakah yang akan menjadi jodohku nanti adalah dia atau orang lain, biarlah Allah yang mengatur semuanya, sekarang aku ingin kembali kepada prinsipku dahulu takkan pacaran dan akan menjaga hati ini. Sebuah smspun ku kirimkan memberitahukan bahwa aku membuat pesan ke inboks FBnya dan mengatakan ini adalah pesan dan sms terakhir dariku dan terima kasih telah memberikan kenangan serta kesadaran. Sms ku pun langsung dibalas, tanpa dia membaca pesan FBku terlebih dahulu, dia meminta maaf atas kekhilafan yang telah terjadi selama ini. Akupun langsung menangis… Ya Allah mimpi itu benar adanya. Beberapa hari kemudian akupun bermimpi dia datang menemuiku dengan tersenyum dan terima kasih atas keputusanku kemudian kami pun berpisah.

Oktober…dimana awal aku mengaguminya dan oktober dimana hubungan kami berakhir, memang tidak akan gampang melupakan semuanya yang telah terjalin selama 5 bulan (astagfirullah…5 bulan lamanya aku bermaksiat dariMu ya Allah), dan tak gampang melawan perasaan rindu dan cinta, namun aku yakin Allah akan membantuku menjaga hati ini. Dan satu hal yang akan kuingat nasehat darinya “tetaplah semangat dalam segala hal, sertai Allah dalam setiap langkahmu”.
Ya Allah terimakasih atas hidayah dariMu…walau ku tak mendengar langsung alasan darinya namun ku yakin semua hal yang terlintas dalam hidupku adalah petunjuk dariMu. Ya Allah… kini ku serahkan cintaku kepadaMu.
******************
Sejuta tanya terhampar dalam kepalaku
Mengagumi indahnya skenario Tuhan
Dalam tafakkur aku bertanya padaNya
Segala kenikmatan ada disekitarku
Begitu banyak tawa dan bahagia untukku
Kapankah aku menyempurnakan ibadahku untukmu ya Robb

Bodoh melesat dalam otakku
Setan mengepungku tiada henti
Mengajak mata ini untuk melirik
Membujuk hati ini untuk kagum
Memaksa pikiran ini untuk berkhayal

Hinanya aku melakukan itu
Tertunduk malu akan akhlaqku
Menangisi aqidahku yang ternoda
Zikirku, lantunan cintaku padaNya

Apakah aku benar-benar tahu apa itu cinta
Seakan meniti jalan menuju mentari diujung jalan
Keyakinan itu harusnya tetap teguh tak tergoyahkan
Tuhanku pasti akan menjawab pertanyaanku

Apapun yang terbaik untukku
Imam dalam hidupku
Allahlah sang pembolak-balik hati
Dialah Robbku yang agung penetap hati

Jika Allah menetapkan ceritanya akan berbeda
Engkaulah yang menentukan segalanya
KetetapanMu adalah RidhoMu
Ikhlasku menjalaninya

^^^^^^^^^^^
Maaf ceritanya terlalu panjang, semoga bermanfaat dan dapat mengambil hikmah dari cerita ini, karena betapa banyaknya diantara kita yang merasa bahwa hubungan kita baik2 saja dan menganggap hubungan itu diridhoi Allah, tapi ternyata kita tlah bermaksiat dariNya.