muhasabah

dibawah langit

Assalamu'alaikum

Label

Selasa, 13 November 2012

Rindu Illahi



Duhai Allah,..Duhai yang mendetakkan jantung ini,. 
Duhai yang selalu memberikan makan kepada hamba-hambaMu ini, 
Duhai yang memberikan air yang sejuk di kala kami dahaga, 
Duhai yang mengaruniakan kantuk di kala kami lelah,..
Duhai yang selalu mengurus diri-diri kami di kala kami tertidur pulas,
Hanya Engkaulah Yang Maha Agung,..

Ya Allah, betapapun kami menghianatiMu setiap waktu tapi tiada suatu saat pun terputus Engkau memberi nikmat kepada kami,.
Ya Allah jadikanlah hari ini menjadi hari ampunan bagi segala kebusukan kami.
Penghapus bagi seluruh dosa-dosa kami, hari dimana Engkau singkapkan tabir dari hati kami, hari dimana Engkau gantikan segala kegelapan dengan cahaya di qolbu ini.

Ya Allah, kami ingin merasakan indahnya hidup dekat denganMu,
Kami ingin hari-hari yang tersisa ini menjadi hari-hari yang selalu akrab bersamaMu, kami lelah jauh dariMu ya Allah , kami tidak ingin terpuruk dan terhina karena tenggelam dalam kemaksiatan.,.
Berikan kepada kami kemudahan, untuk mengenalMu Ya Allah,.
Berikan kepada kami jalan untuk bisa mendekat kepadaMu,.
Jadikan kami menjadi orang-orang yang selalu merasakan, kehangatan, kasih sayangMu.

Ya Allah jadikan sujud kami menjadi sujud yang selalu nikmat Kepada-Mu,.
Jadikan shoadaqoh kami menjadi jalan yang membuat kami akrab denganMu,.
Jadikan amal-amal kami sebagai amal -amal yang tulus hanya karenaMu,. Ya Allah
jangan biarkan kesibukkan dunia membutakan hati kami,...
Jangan biarkan hawa nafsu, menjerumuskan kami,...
Jangan biarkan syahwat membuat kami terjerumus dalam maksiat,..
Jangan biarkan amarah membuat kami terhina dalam kedzoliman,..

Ya Allah, wahai yang Maha Mendengar, sayangilah kami Ya Allah.
Berkahi sisa umur kami ini,
Jadikan umur yang tersisa ini membawa maslahat bagi orang tua kami, bagi keluarga kami, bagi sebanyak-banyak-Nya umat Mu,
Rabbanaa aatinaa Fid dun-yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa 'adzaaban naar "Ya Allah, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan (pula) di akhirat, dan peliharalah kami dari azab neraka"

Aamiin...Aamiin ya Rabbal'alamiin...

sumber: http://tiwiexs.tripod.com/id5.html

Jumat, 09 November 2012

Ketika Cinta…


Ketika Cinta…







Ketika cinta bertasbih
Bergetarlah seluruh rasa dalam jiwa
Indah dalam resonansi kasih sayang

Ketika cinta berdzikir
Berguncanglah alam
Syahdu dalam alunan nada cinta

Ketika ayat-ayat cinta terkumandangkan
Sirna sudah segala kebencian
Musnah sudah segala dendam
Jauh sudah segala dengki
Yang mengotori kebeningan cermin di kalbu

Lalu diatas sajadah cinta
Sujudlah seluruh raga
Menundukkan hati dan jiwa
Menanti datangnya masa…
Cinta berbuah surga!

http://arny86.multiply.com/journal/item/13/PUISI-KETIKA-CINTA?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem
 

Sabtu, 03 November 2012

Muhasabah Seorang Wanita Sholehah

Muhasabah Seorang Wanita Sholehah



Jadilah seorang wanita sholihah,
Yang hatinya dibalut rasa taqwa kepada Allah,
Yang jiwanya penuh penghayatan terhadap Dien Allah,
Yang senantiasa haus dengan ibadah kepada Allah,
Yang senantiasa dahaga akan mengharap ridho Allah
Yang sholatnya adalah bekal dirinya,
Yang tidak pernah takut untuk berkata benar,
Yang tidak pernah gentar untuk melawan nafsu,
Yang senatiasa bersama para mujahiddah Allah

Jadilah seorang wanita sholihah
Yang menjaga tutur katanya,
Yang tidak bermegah dengan ilmu yang dimilikinya,
Yang tidak bermegah dengan harta dunia yang dicarinya,
Yang senatiasa berbuat kebajikan karena sifatnya yang penyayang,
Yang mempunyai ramai kawan dan tidak mempunyai musuh yang bersifat jahat

Jadilah seorang wanita sholihah
Yang menghormati suaminya.
Yang senantiasa berbakti kepada orang tua dan keluarga,
Yang bakal menjaga kerukunan rumah tangga,
Yang akan mendampingi suami dalam mendidik anak-anaknya untuk mendalami Islam,
Yang mengamalkan hidup penuh kesederhanaan,
Karena dunia baginya adalah rumah sementara menuju akhirat.

Jadilah seorang wanita sholihah,
Yang senatiasa bersedia untuk menjadi makmum imamnya
Yang hidup di bawah naungan al-Quran dan qona'ah
Yang tidak dikotori dengan perhiasan dunia
Yang menjaga matanya dari berbelanja,
Yang sujudnya penuh kesyukuran dengan rahmat Allah ke atasnya.

Jadilah seorang wanita sholihah
Yang selalu menjaga lisan, penyayang keluarga & suaminya,
Matanya kepenatan karena membaca al-Quran,
Suaranya lesu karena penat berzikir,
Tidurnya lelap dengan cahaya keimanan,
Bangunnya Subuh penuh kesigapan
Karena dia sadar betapa indahnya menjadi wanita sholihah melebihi perhiasan apapun didunia
Semakin sadar bertambah usianya bertambah kematangannya.

Jadilah seorang wanita sholihah
Yang senantiasa mengabdikan diri untuk menjadi mujahiddah Alloh
Yang baginya hidup di dunia adalah ladang akhirat,
Yang mana buah kehidupan itu perlu dipelihara dan dijaga,
Agar tumbuh putik tunas yang bakal menjaga dirinya di alam baqo'
Meneruskan perjuangan Islam sebelum hari kemudian.

Jadilah seorang wanita sholihah
Yang tidak terpesona dengan buaian dunia,
Karena dia mengimpikan syurga Alloh.

Semoga aku, kamu dan kita semua menjadi wanita sholehah yang senantiasa dirahmati-Nya... Aamiin...

Publikasi : 17-03-2004 KotaSantri.com


Copas dari: http://permatasyurga.blogspot.com/2009/02/muhasabah-seorang-wanita-sholehah.html

Jumat, 19 Oktober 2012

~ #~ Engkau “Allah” Cahaya Di Atas Cahaya ~#~


~ #~ Engkau “Allah” Cahaya Di Atas Cahaya ~#~







Sekuat apapun pohon itu tegak berdiri
Perlahan ia pun akan tumbang
Termakan oleh usia atau hempasan angin kencang
Yang menggoyahkan akar-akar di bawahnya …

Ketika saat itu terjadi
Tak pernah kita bayangkan
Betapa hidup ini adalah untuk sementara saja
Atas apapun yang telah menjadi kehendak-Nya …

Ya Allah, Kau cahaya di atas cahaya
Kau telah tentukan sebelumnya, apa yang belum kami rasakan
Ku coba tuk terus bertahan
Dalam menghadapi segala cobaan-cobaan-Mu …

Dan kami semua tahu
Kami hanyalah hamba-Mu
Yang penuh dengan segala kelemahan dan kekurangan
Sujud kami mengharap pertolongan dari-Mu …

Ya Allah, detik-detik yang Kau ciptakan dalam perjalanan kami
Kami yakin bahwa kan ada hikmah di balik semua itu
Semoga kami bisa bersabar dan berlindung pada-Mu
Tuk selalu mencari cinta, kasih dan ridho-Mu di dunia ini …

Aamiin Ya Rabbal'aalamiin...

Copas : http://www.penyair.com/puisi-dan-syair/puisi-untuk-tuhan-puisi-dan-syair/kau-%E2%80%9Callah%E2%80%9D-cahaya-di-atas-cahaya/
 

Senin, 15 Oktober 2012

>>>* Pencarian Setetes Air *<<<



(Puisi gambaran dari cerita Lelaki Yang Ingin Menangis)

Tlah ku tempuh hitam kelamnya kehidupan
Menyusuri liku dan terjalnya perjalanan
Jatuh dan tersungkur dalam kenistaan
Mengisahkan noda-noda yang tak termaafkan

Tlah ku dengar kabar suatu masa
Dari mulut seorang lelaki nan alim
Yang terdampar dalam sebuah ruangan
Mencoba menerangi sesudut kecil dihatiku
Membuat kerinduan tumbuh diladang nan gersang

Adakah jalan untuk bisa menebus semuanya?
Perjalanan tlah kuarungi setapak demi setapak
Berbagai daerahpun tlah kulalui
Namun tiada yang bisa membantu
Begitu keras dan membatukah hatiku ini?
Hingga tak ada sedikitpun celah yang dapat melunakkannya?

Pencarian setetes air
Yang keluar dari dalam diri
Yang sangat kuharapkan
Sebelum ajal menjelang

Hanya setetes air yang kudambakan
Kilauan bening yang keluar dari kelopak mata
Air mata pembersih dosa…
Mungkinkah kan kudapatkan??

Ajarilah aku cara menangis….

(MCDLC_200712_Pencarian Setetes Air)


Dosa dan maksiat akan meninggalkan noda dalam hati, semakin sering berbuat dosa dan maksiat maka noda yang menempel akan semakin banyak dan tebal, hingga akhirnya menutupi seluruh permukaan hati. Jika demikian adanya, bagaimana hati bisa menerima petunjuk dari Allah?. Jika hati telah tertutup oleh noda kemaksiatan, bagaimana bisa pertolongan Allah akan datang?

Jika hati sudah membatu, akan susah untuk disentuh oleh suatu kebenaran bahkan untuk mengeluarkan air matapun akan begitu susah. Oleh karena itu, bersihkanlah hati dari noda dosa dan maksiat sebelum terlambat, sebelum hati membatu dan sebelum ajal menjelang.

Bertoubatlah, sebab hati adalah tempat mendaratnya pertolongan Allah. Jika hati kita bersih maka pertolongan Allah akan mendarat dengan tepat. Kikislah dosa-dosa dengan istighfar dan sadarilah keberadaan kita dihadapan Allah

Minggu, 14 Oktober 2012

Lelaki yang Ingin Menangis


Lelaki yang Ingin Menangis





Alangkah ganjil cerita yang hendak aku uraikan padamu ini, Kawan. Kisah tentang seorang lelaki yang begitu ingin menangis. Sampai-sampai, ia rela mengembara dari tanah ke tanah, dari air ke air, dari rimba ke rimba, hanya untuk mencari cara agar ia bisa menangis. Oi, tidakkah itu terdengar ganjil di cupingmu? Ada seorang lelaki yang ingin menangis. Ya zaman, betapa aja
ib dunia ini. Dimana-mana lelaki tak ingin menangis. Lelaki ingin terlihat kuat, gagah, dan tentu saja jantan. Lalu, mengapa lelaki yang hendak aku ceritakan padamu ini ingin sekali menangis? Ai, simaklah dengan seksama ceritaku ini. Tentu bila telah tuntas, kau akan dapat jawabannya.

Pada mulanya, aku bertemu lelaki ini di suatu senja yang demikian kerontang. Petang yang terasa begitu meranggas dan udara terasa sangat panas. Ia tegak di sana, di tepi jembatan yang senyap. Tak ada siapa-siapa yang lewat. Pun kesiur angin yang menyapa. Pada wajahnya yang tergurat demikian keras, kutemukan balada tak berujung pangkal. Ah, wajah keruh itulah yang membuatku tertarik untuk bersuara.

“Bila kau hendak bunuh diri dan terjun dari jembatan ini, saya jamin kau tidak akan mati. Air di bawah sana tak cukup dalam, tak banyak bebatuan, dan jembatan ini pun tingginya hanya beberapa hasta. Bocah-bocah malah saban menjelang Asar, mandi dan meloncat dari jembatan ini.”

Ia mengerling, hanya sekilas pintas, kemudian melarikan kembali matanya jauh ke ujung sungai yang hilang dalam rimbun pepohonan di hilir sana. Aku senyap. Alangkah menyebalkannya, ia tak menanggapi apa yang kuucapkan. Oi, mungkinkah lelaki yang kusapa ini adalah orang gila? Seketika itu jua, kuamati lekat-lekat badannya. Kaos oblong warna coklat yang memudar, celana biru yang sudah dekil dan hilang warna, rambut panjang awut-awutan, kumis, jenggot, dan cabang demkian liar bersarang di wajah. Ai, mungkin benarlah dugaanku barusan. Lelaki ini adalah orang gila yang tersasar di kampung kami nan damai.

Ketika kusepakati pikiranku, lamat-lamat aku melangkah, berusaha melewatinya dan tentu saja akan gegas meninggalkannya. Namun, sebatang kalimat yang ia lontarkan telah menjenggal langkah yang baru saja kubuat.

“Aku ingin mencari seseorang yang bisa mengajariku menangis. Apa kau tahu? Mungkin ia ada di kampung ini.”

Allahurobbi, alangkah ajaib pernyataan lelaki itu. Beberapa detik aku senyap, walau sejatinya tawaku hendak menyembur demikian lepas. Benar saja. Mungkin, ia seorang lelaki gila. Mencari seseorang untuk mengajarinya menangis. Edan. Dari bayi saja manusia sudah bisa menangis, tak perlu diajari.

“Kau bukanlah orang pertama yang hendak tertawa mendengarnya. Mungkin kau adalah orang yang kesekian ratus, bahkan ribu, yang merasa demikian lucu perkataanku. Tapi, aku benar-benar mencari orang yang bisa mengajariku menangis.”

Dan, mata lelaki itu begitu lekat, begitu tajam menghujam ke kedalaman retinaku. Aku tercekat. Di matanya yang hitam, kutemukan kesungguhan dan kewarasan yang demikian terjaga. Ia tak bergurau atau pun tengah berkelakar. Seketika, aku dibaluri senyap yang demikian pekat. Entah, mendadak saja lidahku berubah bebal, kelu, dan terasa begitu kesat. Aku tak tahu harus bercakap apa.

“Me.., mengapa kau ingin belajar menangis? Bukankah setiap orang bisa menangis?” pertanyaan itu terluncur dengan terbata-bata dari lidahku. Entahlah, bagiku masih sangat ajaib apa yang lelaki itu katakan. Ia ingin mencari seseorang yang bisa mengajarinya menangis? Ahai, alangkah ganjilnya. Begitu geli terdengar di lidahku, hingga lidahku pun menggelinjang. Mati-matian kutahan tawa yang meronta.

“Akan panjang bila kukisahkan,” seketika mata lelaki itu redup, serupa bola lampu yang akan mati. Aku kian terbungkam sekaligus bertambah penasaran.

“Ceritakanlah, mungkin saja aku akan paham dan bisa menolongmu,” tak tahulah darimana kata-kata bijak itu berasal, ia terluncur begitu saja dari lidahku yang tadi mendadak bebal. Lelaki itu mengerlingkan matanya, menatapku beberapa lama, kemudian kembali melarikan retinanya ke arah liukan air sungai yang menari dengan gemulai ke hilir sana.

Dan cerita itu terurai dengan deras dari mulutnya. Kisah yang seketika membuat kudukku meremang, tengkukku dingin, dan lutut gemetar. Alahai, betapa mataku membulat dan liur berkali-kali kudorong masuk ke dalam tenggorokkan. Aku.., aku tak kuasa mendengar ceritanya yang demikian menakutkan. Tapi, aku pun harus ingat dengan janjiku kepada lelaki itu: Menolongnya mencari seseorang yang bisa mengajarinya menangis setelah ia berkisah padaku. Dan susah payah kujinakkan lidah agar kisah ini terurai padamu, Kawan. Inilah cerita lelaki itu padaku.

Ia tak hendak disebut namanya, lantaran tak ingin mengorek luka di dadanya yang demikian dalam. Luka yang katanya telah berulat dan bernanah. Baiklah, kita tak usah risaukan masalah namanya itu. Biarkanlah saja, mungkin ia perlu sedikit privacy dan kita hargai itu. Nah, simaklah cerita tentang hidupnya yang kelam, hingga membuatnya tak bisa menangis.

Pada kisah pertamanya, lelaki itu mengaku telah membunuh ibu kandungnya. Oi, dapatlah kau tebak, Kawan, seketika aku tersurut saat ia mengungkap itu. Alangkah gila yang ia ceritakan? Ia membunuh ibu kandungnya lantaran berebut harta pusaka warisan bapaknya. Tersebab, lelaki itu merasa ibunya tak adil membagi semua harta. Mengapa adik-adik perempuanku harus dapat bagian? Bukankah semua itu hakku sebagai anak laki-laki bapak. Itulah yang membuat ia tega membunuh ibunya. Semua itu membuatnya terlempar ke dalam penjara yang pengap. Terbuang dari kampung halaman, dicerai oleh bininya, bahkan tak diakui oleh anak-anaknya.

Dalam penjara itulah, lelaki itu berkawan dengan penjahat. Segala rupa ada. Pembunuh. Perampok. Pemerkosa. Pengedar obat haram. Bahkan orang-orang sekelas pemaling ayam. Semua ada. Dan ia seolah menemukan dunia yang menyambutnya dengan tangan terbuka. Usai terkurung dalam penjara pengap bertahun-tahun lamanya, lelaki itu bebas, tersebab hakim hanya menjatuhinya hukuman dengan kurun waktu tertentu saja, lantaran ia terbukti tak membunuh dengan rencana.

Selepas itu, dicarinyalah kawan-kawan penjahatnya. Dan dimulailah kisah keduanya. Ia menjadi begundal di dunia hitam. Merampok. Memperkosa. Bergelut dengan pelacur. Mabuk. Judi. Dan segala hal yang terasa begitu bersahabat dengan dirinya. Hingga ia keluar masuk penjara, sampai-sampai lelaki itu pun lupa telah berapa kali ia terdampar di sel-sel pengap itu.

Oi, Kawan. Seketika aku tak dapat berkata-kata. Alangkah mengerikan jalan hidup lelaki yang ingin menangis ini. Membunuh ibu kandungnya. Ah, tak dapat itu kunalar dengan akal. Dalam benakku yang terdalam, tak pernah terlintas cerita demikian rupa. Kupikir, sebuas apapun binatang di rimba dunia ini, tak akan mampu ia membunuh ibunya. Nyatanya, itu salah. Lelaki yang ingin menangis itu telah melakukannya. Bahkan kisah hidupnya yang bergelut dengan dosa; merampok, memperkosa, mabuk, melacur, berjudi, dan hingar bingarnya saja telah membuat kepalaku pusing alang.

Lalu, mengapa lelaki itu tiba-tiba ingin menangis? Itu pulalah yang terus menggelitik isi kepalaku sepanjang lelaki itu berkisah di atas jembatan petang itu. Seolah paham dengan apa yang bersarang dalam batok kepalaku, lelaki itu menguraikan cerita tentang keinginannya menangis.

Ketika aku masuk penjara yang kesekian kalinya, aku satu sel dengan seorang lelaki yang rajin sembahyang. Dari raut mukanya, kuterka ia terlempar dalam bilik jeruji itu karena sebuah kesalahan. Tak dapat kubayangkan, lelaki serupa itu seorang begundal macam diriku. Nyatanya, aku sedikit benar. Lelaki itu seorang alim di kampungnya. Entahlah, ia tak hendak berkisah tentang musabab dirinya ada di penjara. Dan aku bukanlah seseorang yang suka mendengarkan orang berkisah.

Dari kawan penjaranya yang rajin sembahyang itulah, lelaki yang ingin menangis menemukan sesuatu yang beda dalam hidupnya. Mulanya, ia sangat muak ketika lelaki itu selalu saja mengoceh tentang hakikat manusia ada di dunia fana. Tentang Tuhan. Neraka. Surga. Dan segala tetek bengek yang membuat kepala lelaki itu pening bukan buatan. Bahkan, ia pernah meninju muka lelaki itu lantaran tak tahan mendengar ceritanya yang membosankan.

Namun, lamat-lamat lelaki itu mulai terbiasa dengan ocehan kawannya itu. Ia menyerah untuk membungkam mulut kawannya itu, tersebab lelaki yang jadi karib satu selnya itu terus saja berkicau walau telah berkali ia pukul wajahnya. Entahlah, mendadak saja –ketika kawan satu selnya itu berkisah tentang kiamat, lelaki itu teringat dengan guru mengajinya di langgar dulu. Surau kampung yang kecil, tempat bocah-bocah ingusan mengeja alif ba ta. Seketika, sebuah kerinduan tumbuh di ladang hatinya yang gersang. Rindu kampung halaman. Rindu dengan masa kanak-kanannya. Bahkan mendadak ia rindu kepada ibunya. Seseorang yang telah lama ia lupakan. Saat itu jugalah, sebuah rasa menggeliat demikian buas. Rasa menyesal. Rasa takut akan bayangan hitam di belakangnya. Rasa yang ia sendiri pun tak paham.

Lalu, pada malam yang demikian pekat. Lelaki yang ingin menangis itu berkisah pada kawannya. Tentang betapa kelam hidupnya. Betapa mengerikan tapak-tapak di belakang punggungnya.

Tentulah dapat ditebak. Kawan lelaki yang ingin menangis itu terkesiap. Bahkan tak dapat berkata barang sepatah ketika mendengar kisahnya. Siapapun pasti akan bersepakat, cerita kelam lelaki yang ingin menangis sangatlah hitam dan menakutkan.

Adakah jalan untuk menebus semuanya? Itulah tanya yang lelaki itu lontarkan pada kawannya. Dan tentu saja kawannya itu kebingungan. Berhari-hari kawannya itu berpikir, tetap saja ia tak menemukan cara untuknya. Hingga pada senja yang demikian indah bagi lelaki yang ingin menangis itu. Mendadak kawannya berujar, kata-kata itu terluncur usai kawannya dibezuk oleh serombongan orang berwajah teduh. Lelaki iu sempat melihat mereka sekilas pintas.

Menangislah dihadapan Allah, mohon ampun dalam sembahyangmu. Kata guruku, itulah yang dapat menolongmu.

Dan lelaki itu meminta kawannya mengajarinya menangis, karena ia sudah lupa cara menangis. Bahkan ia pun tak ingat kapan terakhir kali ia menangis. Sayangnya, sampai kawannya itu terbebas dari penjara, lelaki itu belum jua bisa menangis. Dan ketika ia pun bebas dari penjara, ia tetap belum bisa menangis. Bahkan ketika ia diam-diam menyelinap ke kampungnya, lalu mengedap-endap ke area pekuburan, mencari makam ibunya, dan memohon ampun pada sebuah kubur yang bertuliskan nama ibunya itu. Ia tetap saja tak bisa menangis.

Dosa-dosa itu yang membuat hatiku membatu. Dan aku tak bisa menangis. Aku harus mencari orang yang bisa membuat hatiku tak lagi membatu.

Kata-kata itu, ia dapatkan dari kawan penjaranya itu. Mulailah lelaki itu mengembara dari tanah ke tanah, dari air ke air, dari rimba ke rimba, hanya untuk mencari seseorang yang dapat mengajarinya menangis. Seseorang yang bisa membuat hatinya yang keras mencair.

Nah, begitulah kisah tentang lelaki yang ingin sekali dapat menangis itu, Kawan. Sampai detik ini, lelaki itu belum jua menemukan seseorang yang bisa mengajarinya menangis. Beberapa kali ia datang menyambangiku dan bertanya; apakah telah kau temukan orang yang dapat mengajariku menangis? Tolong, carikanlah. Aku takut masaku akan segera usai. Oi, aku dapat merasakan kecemasannya. Maka kuceritakan saja kisahnya ini kepadamu, kalau-kalau kau tahu seseorang yang dapat mengajari lelaki itu menangis. (*)

Copas dari: http://www.sabili.co.id/el-ka/lelaki-yang-ingin-menangis
Pernah diterbitkan di rubrik Cerpen edisi 2 tahun XIX
 

Kamis, 06 September 2012


~#~ Berbahagialah… Engkau Dicintai Allah ~#~

 Assalamu'alaikum sahabat semua...
 Sahabat... Pernah saya merasa sedih, mengapa saya tidak bisa seperti mereka yang senantiasa sehat, mengapa penyakit saya tak kunjung sembuh hingga kegagalan mewarnai hidup dalam mencapai harapan yang diinginkan. Namun akhirnya saya pun dapat tersenyum dan hatipun berkata " Allah... aku semakin mencintaiMu".

 Untukmu sahabatku yang sedang bersedih, yang berkeluh kesah karena penyakit yang diderita, saya kabarkan sebuah kabar gembira untukmu, janganlah bersedih....bergembralah...sesugguhnya engkau insan terpilih yang dicintai Allah...

 ********
~#~ Berbahagialah… Engkau Dicintai Allah ~#~
 Duhai sahabat…
Usahlah engkau berkeluh kesah...
Janganlah engkau bersedih...
Atas penyakit yang menimpa diri...
Tersenyumlah…
Semangatlah…
Berbahagialah…
Karna engkau dicintai Allah…

Penyakit adalah ujian dan cobaan dariNya
Bersabarlah…
Allah menghendakimu memperoleh pahala yang besar
Allah hendak menghapus dosa-dosamu
Allah sedang membentang jalan menuju derajat kebaikan
Allah menghendakimu masuk syurga dengan seizinNya

Sahabat....
Bukankah Allah telah berfirman
“ Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran ” (Al-Qamar: 49)
“ Hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas ” (Az-Zumar: 10)
“ Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan “Innalillahi wainna ilaihi raji’un” . Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Rabb mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk” (Al-Baqarah: 156-157)
Bukankah Rasulullah juga membenarkan dengan sabdanya
“Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya maka Allah (akan) menimpa musibah kepadanya (HR. Bukhari).
“Musibah akan selalu menimpa setiap mukmin dan mukminah didalam diri, anak, dan hartanya sampai ia menghadap Allah sedangkan tidak ada kesalahan yang tersisa pada dirinya” (HR. Tirmidzi)
Mengapa Allah memberinya musibah?
Karena….
“Apabila Allah menghendaki kebaikan pada diri hambaNya, Dia akan segerakan hukuman atas dirinya didunia, apabila Allah menghendaki keburukan bagi hambaNya, Dia tahan hukuman (dosanya) sampai Dia tunaikan hukuman itu dihari kiamat (HR. Tirmidzi)
Maka sahabatku...
Berbahagialah karna sesungguhnya engkau insan terpilih...yang dicintai Allah...

Duhai sahabat…
Janganlah engkau mencela penyakit
Karna kita tidak mengetahui hikmah yang ada padanya
Begitu banyak diantara kita yang mencela demam
Dengan mengatakan “gara-gara demam, aku tidak bisa begini, begitu dan sebagainya
Bukankah Rasulullah telah bersabda
“Janganlah kamu mencela demam, sebab ia menyingkirkan kesalahan-kesalahan anak cucu Adam sebagaimana seseorang pandai besi yang menghilangkan kotoran besi” (HR. Muslim)
Oleh karena itu,
“Bergembiralah, sebab Allah berfirman, 'Demam itu adalah apiKu yang Aku turunkan atas diri hambaKu yang beriman sebagai bagiannya (pengganti) dari api neraka'." (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Baihaqi) Subhanallah… jadi berbahagialah sahabatku…
Karna engkau dicintai Allah…

Sahabat…
Ketahuilah... janji syurga tlah menanti bagi hambaNya yang sakit.
Bukankah Allah tlah berfirman...
“Sesungguhnya Allah berfirman, ‘Jika Aku menimpakan musibah kepada kedua mata hambaKu lalu ia bersabar maka Aku akan mengganti kedua mata itu dengan syurga”. (HR. Al-Bukhari)
“…Barangsiapa yang meninggal didalam wabah tha’un maka ia syahid, barangsiapa yang meninggal karena penyakit perut maka ia syahid…” (HR Muslim)
Bahkan sahabatku...
Duri yang mengenai kulitmu pun, Allah janjikan penghapusan dosa kesalahanmu...
"Tidak ada satupun dari kelelahan, penyakit, kedukaan, kesedihan, keburukan, dan kesusahan yang menimpa seorang muslim, bahkan duri yang mengenai dirinya, kecuali dengannya Allah akan menghapus segala kesalahannya". (Muttafaq 'alaih)

Oleh karena itu sahabat…
Perbanyaklah memuji Allah…
Jika penyakitmu disembuhkan maka bersyukurlah…
Dan jika kematian menjadi akhir setelah penyakit yang menimpamu
InsyaAllah syurga tlah menanti bagimu yang bersabar selama penyakit menimpa diri…
“Apabila seorang hamba sakit, Allah akan mengutus 2 malaikat kepadanya, Allah berfirman (kepada keduanya) “Lihatlah apa yang dikatakan hamba itu kepada orang-orang yang menjenguknya”. Apabila ketika mereka datang menjenguknya ia memuji dan menyanjung Allah, kedua malaikat itu menyampaikan hal itu kepada Allah, padahal Dia lebih mengetahui. Allah berfirman ”Sesungguhnya akan menjadi hak hambaKu atas DiriKu bahwa aku akan memasukkannya kedalam surga jika aku mematikannya dan jika Aku menyembuhkan penyakitnya Aku akan menggantikan untuknya daging yang lebih baik dari daging yang lalu dan darah yang lebih baik dari darah yang lalu dan Aku akan menghapus segala kesalahannya (HR. Atha’ bin Yasar dalam kitab Al-Muwaththa’, 5/485)
Subhanallah... selalulah memuji Allah dan berbahagialah karna sesungguhnya engkau dicintai Allah....

Namun sahabatku…
Janganlah engkau berdiam diri atau pasrah begitu saja selama sakit,
Kita tetap diwajibkan untuk berobat.
Karena “Sesungguhnya Allah tidak menurunkan suatu penyakit kecuali Dia turunkan obat untuknya” (HR. Ibnu Mas’ud)
Maka “Berobatlah, dan jangan berobat dengan sesuatu yang haram" (HR. Abu Daud)

Dan terakhir, akan ku sampaikan kepadamu sahabat…
Bahwa kelak diakhirat nanti,
Mereka yang tidak pernah merasakan sakit didunia
Maka mereka akan berharap terjadi sesuatu dahulu ketika mereka didunia..
“Pada hari kiamat ketika orang-orang yang terkena musibah mendapatkan pahala, orang-orang yang sehat sewaktu didunia berharap sekiranya dahulu ketika didunia kulit mereka dipotong-potong dengan gunting” (HR. At-Tirmidzi)
Maka apa lagi yang akan engkau keluhkan sahabatku…
Apalagi yang membuatmu bersedih...
Begitu banyak kebaikan yang akan diberikan Allah kelak diakhirat nanti…
Tersenyumlah…
Berbahagialah…
Karna engkau insan terpilih.. Yang dicintai Allah…

(my diary_mcdlc_060912_berbahagialah...engkau dicintai Allah)

 Semoga bermanfaat...Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh....