muhasabah

dibawah langit

Assalamu'alaikum

Label

Senin, 28 Februari 2011

Usah Putus Asa



Sahabat...ketahuilah....
Apabila semua yg kita lakukan tidak membuahkan hasil...
Dan tidak tau lagi apa yg akan dilakukan...
Ingatlah...
Kita msh bisa bersandar pd Dia Yang Maha Mengasihi...

Apabila hidup diselubungi kegelapan...
Dan semuanya menjadi silap...
Carilah cahaya itu...
Dari Dia Yang Memberi Cahaya....

Apabila dibelenggu masalah...
Sedangkan tiada siapa pun yg mau membantu...
Ingat pada Dia yg tak pernah melukakan hatimu...
Dia Yang Maha Adil....

Apabila hati yg luka & kesakitan,,,
Menumbangkan kuadratmu...
Jangan berputus asa...
Karna Dia melihat segala-galanya...

Apabila lemah tidak bermaya...
Sdgkan perjalanan msh jauh perlu diharungi....
Carilah kekuatan itu....
Dari Dia Yang Maha Perkasa....

Apabila hidup ini dirasakan seperti beban...
Segala2nya goyah...
Bangunkan semula kota semangat itu...
Dengan keyakinan itu adalah iradat-Nya...

Apabila jalan di depan digelapi kelam mendung...
Sedangkan tiada siapapun disisi yg sudi menemanimu....
Cari jalan lurus itu dari Dia...
Yang satu2nya panduan hidup...

Apabila orang2 disekeliling,,,
tidak mau mendengar suara & keluh kesahmu...
Janganlah merasa kecewa...
Karna Dia Maha Mendengar...

Apabila kita dlm kedukaan...
Sedangkan tiada tempat unk melarikan diri...
Mengadulah kpd Dia yg Maha Esa...

Apabila keseorangan dan kedukaan itu tiada penghujungnya...
Serahkan diri kpd Dia...
Satu2nya tempat yg boleh digantungkan harapan nyata...

Apabila goresan luka dicederakan lagi...
Hatimu dicakari kebimbangan....
Ingatlah bahwa Dia bersama orang2 yg sabar....

Semangatlah ..
La tahzan... lakukan semua karena Allah


By : Anonim


Makasih atas motivasi dan semangat dari sahabat MC DLC semua...
Salam uhkuwah yang saling memperingatkan pada jalan Allah...
Ana Uhibbukum fillah...

Kebingungan HambaMu

Ya Rabb.... dosakah aku???
Disatu sisi aku melantunkan ayatMu
Mengajak orang dan memberi saran untuk menjauhi laranganMu
Namun disisi lain...
Sikapku masih belum berubah
Perbuatanku tak sejalan dengan perkataanku
Bingung aku dipersimpangan jalan

Ya Tuhanku...
Apa yang mesti ku lakukan??
Apakah cukup perkataanku sampai disini??
Apakah aku harus membenahi diriku dulu??
Aku takut....aku takut ya Rabb...
Aku takut tidak bisa mempertanggung jawabkan
Semua perkataan dan perbuatanku...

Ya Rabb...
Inilah hambaMu yang kerdil lagi hina
Kebingungan menentukan arah tujuan
Berilah petunjukMu
Untuk jiwa yang labil ini...

Kamis, 17 Februari 2011

Berbagilah Kepada Mereka



Banyak diantara kita
Yang begitu enggan untuk mengeluarkan hartanya
Berbagi  dan menolong kaum du’afa
Bersedekah selalu menghitung untung ruginya
Kadang dibatasi demi kepentingan dirinya
Mereka begitu khawatir harta mereka berkurang
Padahal Allahlah yang memberi rizki kepada mereka

Pernahkah kita berpikir
Bagaimana jika kita hidup dalam kondisi seperti mereka
Hidup serba kekurangan, terdampar dalam kesusahan
Pastilah kita meronta minta pertolongan
Betapa sedihnya, tak seorangpun yang mau membantu
Orang lalu lalang dan memandang rendah kepada kita

Wahai sahabat...
Selembar uang yang engkau berikan
Begitu berharga bagi mereka
Mengapa begitu berat engkau mengeluarkannya
Sedangkan untuk membeli sesuatu yang kadang ngak begitu penting
Engkau begitu gampang mengeluarkan hartamu

Wahai sahabat...
Janganlah engkau menuruti nafsumu
Yang selalu berpikir tentang dunia
Berpaling dari jalanNya
Demi meraih keindahan dan kesenangan hati semata

Wahai sahabat...
Berbuat baiklah kepada du’afa
sebagai bukti kita mencintai  Sang Pemberi Rizki
tidakkah kita malu dengan  TitipanNya
ada sebagian milik orang lain

Cintailah sesama...
Dengan harta yang kita miliki
Dipergunakan dalam beribadah kepadaNya
Sebagai wujud hamba yang patuh dan taat

Janganlah engkau takut hartamu kan berkurang
Yakinlah Allah kan selalu memberikan rizkiNya padamu


Mencintai Sesama


Suatu hari aku berkunjung ke sekolah SD ku dulu, disanalah aku mendengar kisah menarik tentang seekor kucing.

Beberapa tahun yang lalu aku mempunyai seekor kucing yang bernama Alen, kemudian dia mempunyai anak 3 ekor. Ketika anak-anaknya berumur sebulan, salah satu diantara anaknya sakit. Agar penyakit dari satu anak tersebut tidak menular pada anak kucing yang lain, kami memutuskan untuk memberikan seekor anak kucing jantan (yg diberi nama belang seperti bulunya yang belang-belang)  beserta induknya ( Alen) pada penjaga sekolah tempat aku sekolah waktu SD dulu.

Ketika sampai disana, kucingku Alen merasa ketakutan dan kabur entah kemana. Tinggallah anaknya yang dibesarkan oleh penjaga sekolah tersebut. 6 bulan pun berlalu, anak kucing tersebut tumbuh besar dan lincah. Dan memiliki sifat yang begitu membuatku tersentuh, dialah kucing yang sangat baik dan penolong.

Aku mendengar cerita dari penjaga sekolah ketika aku singgah ke SDku dulu,
beberapa minggu yang lalu,,, kucing yang kamu berikan itu membawa seekor anak kucing yang entah dari mana datangnya. Dari kejauhan bapak lihat dia membimbing anak kucing tersebut agar anak kucing itu mengikutinya sampai kerumah bapak.  Sampai di pintu rumah, si belang mengeong minta makan. Kemudian bapak kasih makan nasi dengan tambahan ikan. Ternyata dia ngak memakan makanan yang bapak kasih, malah membimbing anak kucing yang ditemukannya itu untuk makan nasi yang telah disediakan. Begitu lahap anak kucing tersebut memakan nasi itu. Setelah anak kucing itu selesai makan, barulah sibelang makan sisa-sisa makanannya.

Dirumah bapak kan ada juga seekor anjing, tapi sibelang itu ngak takut dengan anjing tersebut. Ketika anjing itu melihat ada anak kucing kecil datang, anjing tersebut  mendekati anak kucing, melihat anak kucing tersebut ketakutan, si belang datang dan membimbing anak kucing untuk menjauh dari anjing tersebut. Kemudian sibelang membawa anak kucing itu pergi ketempat tidur biasanya ia tidur dan diapun juga ikut tidur bersama anak kucing itu.

Dua minggu sudah anak kucing itu bersamanya. Aku melihat ia begitu telaten menjaga anak kucing itu, seperti kakak menjaga adiknya. Mendengar kisah dari sang bapak penjaga sekolah, aku merasa iri dengan sifat kucing itu. Seekor kucing saja begitu besar rasa cintanya terhadap sesama, sedangkan kita sebagai makhluk yang paling tinggi kedudukannya dimuka bumi, kadang berpikir-pikir dulu untuk menolong, merasa agak keberatan menolong sesama dan kadang bukannya menolong tapi malah mendzolimi sesama.

Begitu banyak kita lihat fenomena yang terjadi dilingkungan kita, para tetangga yang saling bermusuhan, tetangga yang tidak peduli tetangga sebelahnya kelaparan, orang kaya yang melecehkan orang miskin, keluarga yang menganiaya anggota keluarganya dan masih banyak kasus-kasus lain yang terjadi.

Kita sebagai orang mukmin seharusnya mencintai sesama manusia, karena mereka adalah saudara, teman mengabdi kepada Allah. Mereka semua adalah satu nasab, keturunan dan juga memiliki satu tujuan dan satu lawan. Satu keturunan, seperti firman Allah, "Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu."(QS. An-Nisaa': 1)

Dari  abu Hamzah Anas ibn Maalik, pembantu rasulullah saw, rasulullah berkata "Tidak beriman diantara kamu hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri." HR. Bukhari.

Hadits ini menjelaskan salah satu akhlak yang utama dalam islam. Dijelaskan bagaimana seorang muslim seharusnya berakhlak terhadap sesama muslim. Menurut  musnad Ahmad,  arti dari "tidak beriman salah seorang diantara kamu hingga". Seorang hamba ALlah tidak meraih iman yang benar sampai cintanya untuk manusia sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri. Maksudnya tidak beriman  di hadits ini, bukan menyatakan menolak iman secara keseluruhan, bukan berarti menjadi kafir, karena tidak mencintai saudaranya. "Ia mencintai saudaranya sebagaimana cintanya untuk dirinya sendiri."

Orang yang mencintai saudaranya karena Allah SWT akan memandang bahwa dirinya merupakan salah satu anggota masyarakat, yang harus membangun suatu tatanan untuk kebahagiaan bersama. Apapun yang dirasakan oleh saudaranya, baik kebahagiaan maupun kesengsaraanya juga. Dengan demikian, terjadi keharmonisan hubungan antar individu yang akan memperkokoh persatuan dan kesatuan. Dalam hadist lain, Rasullulah SAW, menyatakan:
sesungguhnya antara seseorang mukmin dengan mukmin lainya bagaikan bangunan yang saling melengkapi ( memperkokoh ) satu sama lainya”. (H.R. Bukhari dan Muslim)

Seorang muslim dalam bersilaturrahim dengan sesama muslim lainnya (yang sesuai dengan syari'at yang ditetapkan oleh Allah Swt) ibarat :

1. Seperti sebuah badan / tubuh, apabila salah satu bagian tubuh kita terluka maka bagian tubuh lainnya akan ikut merasakan sakit dan penderitaannya.

2. Seperti layaknya sebuah bangunan, dimana satu bagian dengan bagian yang lain saling menguatkan dan saling melengkapi. Apabila sebuah bangunan tidak ada tiang penyangga, atau tidak ada genteng penutup rumah, maka tidak akan nyaman dan layak untuk ditinggali, bahkan mungkin tidak mungkin dapat berdiri kokoh.

3. Seperti lisan dengan tangannya, harus saling membantu, saling menasehati dan ucapannya harus selaras dengan tindakannya.

Rasa cinta kepada sesama muslim haruslah rasa cinta yang datang dari Allah Swt, yaitu rasa cinta yang mampu mengikuti semua perintah-perintah Nya dan menjauhi semua larangan-larangan Nya, taat, serta semata-mata untuk mencari keridhoan Allah Swt.
 "....Allah senantiasa menolong hambaNya selagi hambaanya itu menolong saudaranya...."
(HR Muslim, Abu Dawud & Tirmidzi dari Abu Hurairah, r.a)

" Barangsiapa menutup aib saudaranya (yang muslim), maka Allah Swt akan menutupi aibnya pada hari kiamat. Dan barangsiapa membuka aib saudaranya (yang muslim), maka Allah Swt akan membuka aibnya, sehingga Allah akan mempermalukan dirinya disebabkan aibnya di rumahnya sendiri"
(HR Muslim, Abu Dawud & Tirmidzi dari Abu Hurarirah r.a)

Dari kisah seekor kucing tadi dapat kita lihat betapa ia mencintai sesamanya, ia menjaga, melindungi dan memberikan makanan kepada kucing lain yang membutuhkan. Sudahkah kita sebagai seorang mukmin mencintai sesama seperti yang diperintahkan oleh Allah??... Seharusnya kita sebagai makhluk Allah yang paling tinggi derajatnya jangan kalah dengan makhluk lainnya...


Senin, 14 Februari 2011

Bila Al-Qur'an Bisa Bicara



Dulu...sewkt engkau msh kanak2 kau bagaikan teman sejatiku
Dengan wudu' kau sentuh aku dalam keadaan suci
Aku kau pegang, junjung dan pelajari
Aku kau baca dengan suara lirih atau keras setiap hari
Setiap selesai engkaupun selalu menciumku dengan mesraaaa sekali....

Sekarang engkau telah dewasa
Nampaknya kamu sudah tak berminat lagi padaku
Apakah kamu pikir aku bacaan usang yang tinggal sejarah??
Menurutmu aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu??
Menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja??

Sekarang aku engkau simpan rapi sekali
Kadang engkau lupa dimana menyimpannya
Aku engkau anggap perhiasan dirumahmu
Kadang kala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa
Atau kau jadikan aku sebagai penangkal untuk menakuti syetan

Kini....aku lebih banyak tersingkir
Dibiarkan dalam kesendirian dan kesepian
Didalam lemari, didalam laci aku engkau pendam

Waktu pun cepat berlalu...
Aku semakin kusam di dalam lemari
Mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu

Pernahkah engkau berpikir
Apakah yang engkau lihat, baca dan engkau dengar selain aku dapat memberikanmu pertolongan??
Bila engkau dikubur dan diperiksa oleh para malaikat suruhan-Nya
Hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku lah engkau dapat selamat melaluinya

Akulah Qur'an kitab sucimu
Yang senantiasa setia menemanimu dan melindungimu nanti
Peganglah dan bacalah aku lagi
Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci
Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu







Jangan Kau Tinggalkan Aku...

Sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, umat yang menyatakan dirinya sebagai umat yang beragama islam, yang menyatakan bahwa ia mencintai Allah dan RasulNya, mencintai kitab yang telah diwahyukan kepada nabi Muhammad namun jarang mengamalkannya.

Al-Qur’an hanya sekadar disimpan di rak-rak buku tanpa pernah dibaca, dikaji isinya, apalagi diamalkan dalam kehidupan. Masyarakat lebih tertarik dan bersemangat untuk membaca koran atau rajin menonton TV, ketimbang membaca Alquran. Kalaupun dibaca, biasanya sekadar pada Ramadhan, Tahlilan ataupun kegiatan keagamaan lainnya  . Karena jarang dibaca, otomatis Alquran jarang dikaji isinya. Karena jarang dikaji, kitab tersebut jarang diamalkan isinya. Lalu bagaimana problem kehidupan akan diselesaikan jika Alquran tidak dimengerti, dipahami dan diamalkan?

 Alqur’an merupakan sumber utama ajaran Islam, di mana di dalamnya terkandung hidayah bagi setiap muslim dalam menjalani kehidupan agar selamat dan memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat. Ada beberapa macam hidayah Alqur’an kepada manusia:

1. Mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya Ilahi.
Ajaran Alqur’an membimbing manusia agar keluar dari kegelapan yang berupa kekafiran, kesesatan dan kebodohan menuju cahaya Ilahi yang berupa keimanan, keislaman dan ilmu pengetahuan.
    Allah SWT berfirman: (Ini adalah) kitab yang kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.(Q.S. Ibrahim : 1).

    2. membimbing kehidupan manusia menuju jalan yang lurus, baik dan adil.
    Ini dicapai dengan mengikuti ajaran Islam yang shahih dan jalan tauhid yang ditunjukkan Alqur’an. Allah SWT berfirman: Sesungguhnya Alqur’an ini memberikan petunjuk kepada jalan yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal shaleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar. (Q.S. Al-Israa’: 9).

      3. memberi kabar gembira kepada orang-orang beriman dan peringatan kepada orang-orang ingkar (kafir). Alqur’an menjelaskan bahwa orang-orang yang beriman melalui amal shaleh yang mereka lakukan, akan mendapat pahala berlipat dan akan dibalas dengan kebaikan di dunia dan surga di akhirat. Sebaliknya, orang-orang ingkar akan mendapat balasan buruk diakhirat.
         Allah SWT berfirman: Sesungguhnya Alqur’an ini memberikan petunjuk kepada jalan yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal shaleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar, dan sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, Kami sediakan bagi mereka adzab yang pedih.(Q.S. Al-Israa’ : 9-10).

        4. Alqur’an menyembuhkan hati manusia dan menebarkan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
        Ia menyembuhkan segala macam penyakit hati, termasuk akhlak tercela. Penyakit hati bersumber dari pemahaman akidah yang salah tentang Allah, malaikat, rasul-rasul, hari akhirat, qadha dan qadar. Kesalahan keyakinan ini membuat hati gelisah, sakit dan bingung.
          Allah SWT berfirman: Dan kami turunkan dari Alqur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Alqur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian. (Q.S. Al-Israa’ : 82).

          5. Berisi nasihat dan ibrah (pelajaran).
          Alqur’an banyak berisi kisah-kisah penuh hikmah tentang orang-orang terdahulu. Kisah-kisah itu tentu bukan hanya sekedar pemanis dan hiasan Alqur’an, lebih dari itu, ia adalah pelajaran (ibrah) yang harus diambil oleh umat Islam.
            Firman Allah SWT: Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Alqur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. (Q.S. Yusuf : 111).


             Telah bersabda Rasulullah SAW: Belajarlah kamu akan Alqur’an, di akhirat nanti dia akan datang kepada ahli-ahlinya, yang mana di kala itu orang sangat memerlukannya. Ia akan datang dalam bentuk seindah-indahnya dan ia bertanya, “Kenalkah kamu kepadaku?”
                Maka orang yang pernah membaca Alqur’an menjawab: “Siapakah kamu?”
                Berkata Alqur’an: “Akulah yang kamu cintai dan kamu sanjung, dan engkau juga telah bangun malam untukku dan kamu juga pernah membacaku di waktu siang hari.”
                Kemudian berkatalah orang yang pernah membaca Alqur’an itu: “Adakah kamu Alqur’an?” Alqur’an lalu mengiyakan dan menuntun orang tersebut menghadap Allah.
                Orang beriman itu kemudian diberi kerajaan yang kekal di tangan kanan dan kirinya, kemudian dia meletakkan mahkota di atas kepalanya. Pada kedua ayah dan ibunya yang muslim, juga diberi perhiasan yang tidak dapat ditukar dengan dunia walau berlipat ganda, sehingga keduanya bertanya: “Dari manakah kami memperoleh ini semua, padahal kami tidak sampai ini?”
                Lalu dijawab: “Kamu diberi ini semua karena anak kamu telah mempelajari Alqur’an.”

             Sebagai seorang Muslim, sudah semestinya kita menjadikan Alqur’an sebagai pedoman hidup. Menjadikannya cermin melihat dan mengukur akhlak dan setiap aktivitas yang kita lakukan. Menjadikannya sahabat yang mengingatkan saat terlupa dan menegur saat alpa. Bila dalam satu hari kita tidak berkomunikasi dengan manusia kemudian kita merasa kesepian, maka apakah bila dalam satu hari kita tidak berkomunikasi dengan Dzat yang telah menciptakan kita dengan membaca Alqur’an, apakah kita merasa kesepian? Apabila setiap pagi kita merasa ada yang kurang tanpa membaca koran, maka apakah dalam setiap mengawali hari kita selalu merasa kurang sebelum membaca Alqur’an? Saat diri terlupa, tersesat dan lemah, maka apakah Alqur’an sudah kita jadikan sebagai pedoman hidup?





            Sabtu, 12 Februari 2011

            Rayuan Cinta yang Menggoda

            Rasa...
            Sayang...Cinta...yang masih ada...
            Mendatangkan kerinduan dihati ini...
            Dia yang terlalu indah tuk dilupakan…

            Kesepian, hampa dan sendiri....
            Mengusik dan mengganggu ketenangan jiwa...
            Selalu menggoda hatiku tuk kembali padamu....
            Bayang-bayang akan dirimu selalu hadir dalam hidupku....
            Semuanya seakan ingin mengulang kembali akan kisah lalu...
            Kisah dimana kita saling mengumbar kata-kata itu...

            Apa yang terjadi dengan diriku??
            Semudah itukah aku dapat berubah??
            Bukankah perpisahan itu jalan yang terbaik buat aku dan dia??
            Kenapa ini terjadi padaku??

            Mengapa perasaan ini tiba-tiba hadir??
            Mengapa rindu ini harus ada??
            Dikala aku sedang mencari-cari cintaMu
            Disaat hatiku sedang coba untuk merindui jalanMu
            Apa yang mesti ku lakukan??
            Aku bingung dengan keadaan ini


            Wahai sahabatku...
            Walaupun cintamu masih begitu besar
            Janganlah engkau berpikir untuk kembali padanya
            Simpan semua rasamu, jangan lagi engkau mengumbar kata-kata itu


            Wahai sahabatku...
            Seberapa besarpun keinginan hatimu untuk kembali padanya
            Walaupun dirimu merasakan dia mempunyai perasaan yang sama denganmu
            Tetaplah engkau teguh pada pendirianmu

            Wahai sahabatku...
            Walaupun engkau bercucuran air mata
            Menahan rindu dan keinginan selalu dekat dengannya
            Biarkan rasa itu slalu terbingkai dalam hatimu
            Serahkanlah rasa cinta dan rindumu pada Allah.. pemilik hatimu

            Wahai sahabatku...
            Ku tau apa yang engkau rasakan
            Begitu berat menahan semua keinginanmu
            Bersabarlah dalam penantian itu
            Anggaplah perpisahan ini hanya sementara
            Allah pasti akan memberikan yang terbaik buatmu
            Yakinkanlah dirimu, bahwa kamu bisa melalui semua itu
            Jangan biarkan keimananmu dikalahkan oleh nafsu sesaatmu

            Astagfirullah.... Astagfirullah.... Astagfirullah....
            Ya Ilahi Robbi...
            Yang membolak-balikkan hati ini...
            Luruskanlah niatku...
            Jangan biarkan hal ini merusak hatiku...

            Teguhkanlah dengan keimanan ...
            Untukku serahkan cinta ini hanya untukMu...
            Untukku salurkan rindu ini hanya buatMu....
            Berilah aku kekuatan untuk menepis dugaan cinta yang datang ini ya Allah...

            Bantulah aku untuk bangkit melawan perasaan ini
            Tiada siapa yang layak membantuku saat ini
            Melainkan Engkau,Ya Allah..


            Wahai junjunganku
            Antarkan aku ke jenjang taubat kepadaMu
            Izinkan aku menangisi diriku
            Yang telah menghabiskan usiaku
            Dengan segala perbuatan yang tidak Engkau ridhoi


            Ya Rabbi...
            Jadikanlah aku
            Diantara orang-orang yang kedambaannya
            Adalah mencintai dan merindukanMu
            Dahi-dahi yang bersujud
            Karena kebesaranMu
            Mata-mata yang terjaga
            Karena mengabdi kepadaMu
            Air mata yang mengalir
            Karena takut padaMu


            Ya Allah...
            Sesungguhnya aku mencintainya karnaMu...
            Berilah hamba kesabaran dalam penantian ini...
            Jadikanlah cintaku membimbingku pada ridhoMu...
            Jadikanlah kerinduanku mencegahku dari maksiat kepadaMu..

            Ya Rabb...
            Ku titipkan cinta dan rinduku ini padaMu...