Inilah Muhasabah Cintaku Tegakku yakinkan diri Dihadapan pemilik puja dan puji Kenyataan ku pasrahkan diujung telunjukMu Untuk mendapatkan ridho Dibawah Langit CintaMu...
Rabu, 28 Desember 2011
Minggu, 11 Desember 2011
Senin, 05 Desember 2011
BILA WAKTU ITU TIBA
Ketika selimut putih membungkus tubuh
Tangisan duka mengharu biru melepaskan kepergian
Sudah sanggupkah engkau menghadapi masa itu?
Seandainya jenazah yang sedang kita tangisi bisa berbicara
Menceritakan pengalaman sakaratul mautnya
Maka kita akan ketakutan dan menangisi diri sendiri
Tahukah dirimu seberapa dahsyatnya saat sakaratul maut itu?
“Sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang” (HR. Tirmidzi)
“Rasa sakit yang dirasakan menghujam jiwa
Menyebar keseluruh anggota badan
Tubuh terasa ditarik-tarik dan dicabut
Dari setiap urat nadi dari akar rambut hingga kaki” (Imam ghozali)
Sungguh…takkan terbayang oleh kita betapa sakitnya siksaan itu..
Wahai sahabat…
Sudahkah kita mengingat malam pertama didalam kubur?
Apakah yang akan kita rasakan ketika malam pertama diletakkan didalam kubur?
Dimana tidak ada teman, sahabat, keluarga ataupun harta.
Adakah tempat untuk kita lari atau sembunyi?
Masihkah bisa kita meminta hidup kembali??
“Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata “Ya Tuhanku, kembalikanlah aku kedunia agar aku berbuat amal yang sholeh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkan saja. Dan dihadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan (Al-Mu’minun: 99-100)
Wahai diri yang lengah…
Bertaubatlah…
Berhentilah dari maksiat, jauhilah sifat dan sikap yang mengundang dosa…
Apabila jiwa telah berkumur dengan nafas sekarat didalam dada
Barulah engkau menyadari bahwa waktumu terbuang sia-sia selama ini
Wahai sahabat…
Apa yang telah kita siapkan untuk malam itu??
Sementara nabi bersabda
“Kubur itu taman diantara taman-taman yang ada disyurga
Atau lubang dari lubang-lubang yang ada dineraka” (HR. Tirmidzi)
Wahai diri yang lalai…
Ibumu telah melahirkanmu dalam keadaan menangis
Sementara orang-orang disekelilingmu tertawa penuh rasa bahagia
Maka beramallah untuk dirimu
Agar engkau menjadi orang yang tertawa penuh bahagia
Ketika mereka menangis saat kepergianmu
Maka beramallah untuk rumah esok
Agar kita ditempatkan ditempat yang terbaik
Yang malaikat Ridwan penjaganya
Muhammad tetangganya
Dan Allah yang membinanya…
(My Diary_Muhasabah untukku dan untukmu_Bila waktu itu tiba)
Tangisan duka mengharu biru melepaskan kepergian
Sudah sanggupkah engkau menghadapi masa itu?
Seandainya jenazah yang sedang kita tangisi bisa berbicara
Menceritakan pengalaman sakaratul mautnya
Maka kita akan ketakutan dan menangisi diri sendiri
Tahukah dirimu seberapa dahsyatnya saat sakaratul maut itu?
“Sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang” (HR. Tirmidzi)
“Rasa sakit yang dirasakan menghujam jiwa
Menyebar keseluruh anggota badan
Tubuh terasa ditarik-tarik dan dicabut
Dari setiap urat nadi dari akar rambut hingga kaki” (Imam ghozali)
Sungguh…takkan terbayang oleh kita betapa sakitnya siksaan itu..
Wahai sahabat…
Sudahkah kita mengingat malam pertama didalam kubur?
Apakah yang akan kita rasakan ketika malam pertama diletakkan didalam kubur?
Dimana tidak ada teman, sahabat, keluarga ataupun harta.
Adakah tempat untuk kita lari atau sembunyi?
Masihkah bisa kita meminta hidup kembali??
“Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata “Ya Tuhanku, kembalikanlah aku kedunia agar aku berbuat amal yang sholeh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkan saja. Dan dihadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan (Al-Mu’minun: 99-100)
Wahai diri yang lengah…
Bertaubatlah…
Berhentilah dari maksiat, jauhilah sifat dan sikap yang mengundang dosa…
Apabila jiwa telah berkumur dengan nafas sekarat didalam dada
Barulah engkau menyadari bahwa waktumu terbuang sia-sia selama ini
Wahai sahabat…
Apa yang telah kita siapkan untuk malam itu??
Sementara nabi bersabda
“Kubur itu taman diantara taman-taman yang ada disyurga
Atau lubang dari lubang-lubang yang ada dineraka” (HR. Tirmidzi)
Wahai diri yang lalai…
Ibumu telah melahirkanmu dalam keadaan menangis
Sementara orang-orang disekelilingmu tertawa penuh rasa bahagia
Maka beramallah untuk dirimu
Agar engkau menjadi orang yang tertawa penuh bahagia
Ketika mereka menangis saat kepergianmu
Maka beramallah untuk rumah esok
Agar kita ditempatkan ditempat yang terbaik
Yang malaikat Ridwan penjaganya
Muhammad tetangganya
Dan Allah yang membinanya…
(My Diary_Muhasabah untukku dan untukmu_Bila waktu itu tiba)
Detik Terakhir (Sakratul Maut)
Selama tahun ini, 3 orang yang kukenal dan kucintai meninggal dunia dalam waktu yang hampir berdekatan, istri paman (jum’at, 23 sep), bibiku (Sabtu, 19 Nov) dan kakek tercinta (Jum’at, 25 Nov). Cepat atau lambat kita semua pasti akan merasakan mati, dan ketika saat itu tiba sudah siapkah kita menghadapinya??.
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan”.(Al-Ankabut:
“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh” (QS An-Nisa 4:78).
"Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikan kamu, kemudian hanya kepada Allah, kamu akan dikembalikan”. (As-Sajdah:11).
Kematian pasti menghampiri manusia walaupun kita berusaha menghindarkan resiko-resiko kematian."Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka terbunuh". Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati. (QS Ali Imran, 3:154)
Kematian telah ditentukan waktunya, tidak dapat ditunda atau dipercepat. “Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”(QS, Al-Munafiqun, 63:11).
Allah sengaja menutup pengetahuan hambaNya dari mengetahui kapan datangnya kematian dirinya. Begitu juga dirahasiakan tentang tempat di mana ia akan menemui ajalnya dan dengan cara apa dicabut ruhnya. Allah Ta'ala berfirman "Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." (QS. Luqman: 34).
Sebelum masuk gerbang kematian, kita akan mengalami fase bagaimana dahsyatnya sakaratul maut. Hari dimana ruh dikeluarkan dari jasadnya, sebagai hari yang telah ditentukan bagi setiap orang. Suka tidak suka dia pasti akan datang walaupun kita menghindarinya. Allah SWT berfirman: “Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya.” (QS. Qaaf: 19)
Imam Ghozali berpendapat : “Rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul maut menghujam jiwa dan menyebar ke seluruh anggota tubuh sehingga bagian orang yang sedang sekarat merasakan dirinya ditarik-tarik dan dicabut dari setiap urat nadi, urat syaraf, persendian, dari setiap akar rambut dan kulit kepala hingga kaki”.
Sesungguhnya perbuatan hamba ditentukan pada akhir hayatnya. Dan kita tidak tahu di atas kondisi apa mengakhiri kehidupan kita, apakah husnul khatimah (akhir hayat yang baik) atau su'ul khatimah (akhir hayat yang buruk). Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya segala perbuatan ditentukan bagian akhirnya.” (HR. Bukhari).
Ada orang yang berpendapat bahwa orang yang meninggal ditempat yang kurang baik seperti dalam kamar kecil, kecelakaan dll menandakan dia meninggal dalam keadaan su’ul khotimah. Padahal keadaan demikian bukan menjadi satu bukti atau tanda su'ul khatimah karena hal itu hanyalah sebagai penyebab kematian. Kecuali jika saat dicabut ruhnya ia berada di atas kemaksiatan.
Terkadang nampak pada sebagian orang yang sedang sakaratul maut, tanda-tanda yang mengisyaratkan su’ul khatimah, seperti : menolak mengucapkan kalimat tauhid, justru mengucapkan kata-kata jelek dan haram, serta menampakkan kecendrungan padanya seperti tingkah yang aneh saat sakratul maut, dan lain sebagainya
Sakratul maut,,, banyak cerita yang pernah ku dengar mengenai sakratul maut seseorang , diantaranya seorang polisi yang berada ditempat kejadian dimana seorang pemuda yang meninggal karena kecelakaan sempat mendengar pemuda tersebut melantunkan ayat Al-Qur’an yaitu surat Yaasin sebelum pemuda tersebut menghembuskan nafas terakhir. Polisi tersebut merasa takjub dengan kejadian ini, ketika jenazah pemuda tersebut diantar kerumah duka kemudian polisi tersebut bertanya kepada masyarakat sekitar siapakah gerangan pemuda tersebut. Ternyata dia adalah seorang pemuda yang hafal Al-Qur’an, rajin beribadah dan seorang relawan yang selalu menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan. Subhanallah begitu indahnya detik2 terakhir yang dialaminya.
Dan juga ada sebuah cerita dari kakekku ketika beliau masih hidup, ada salah seorang warga dikampungku dulu, dia seorang yang rajin beribadah, namun lama kelamaan ia semakin jarang beribadah hingga melupakan semua kegiatan ibadahnya dan larut dalam kesibukan mengejar dunia. Ketika ia mengalami sakratul maut, salah seorang keluarganya berkata ‘pak, ngucaplah pak… tapi yang keluar dari mulutnya kata “cap…cap..caaap…”, kemudian keluarganya membimbingnya untuk mengucapkan Laa ilaaha illallah, namun yang terus keluar dari mulutnya kata cap…cap…caaap…hingga akhirnya dia meninggal. Dan ada juga cerita seorang pemuda yang meninggal dunia, sebelum nafas terakhirnya, keluarganya mentalqinkan kalimat Laa ilaha illallah ditelinganya, namun yang keluar dari mulutnya yaitu nyanyian peter band. Bahkan ada yang sakratul mautnya seseorang selama 3 hari, orang tersebut merasa kesakitan, susah bernafas seperti orang tercekik, ketika sang ustadz mendengar kabar mengenai salah seorang warga didekatnya, dia menyarankan agar membaca surat yasin setiap saat didekat orang tersebut dan meminta agar keluarganya mendoakan agar dipermudah sakratul mautnya, barulah rasa kesakitannya sedikit berkurang… Naudzubillah min dzalik…Laa haula wala quwwata illa billah.
Sakratul maut orang dzalim
Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): "Keluarkanlah nyawamu". Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya. (QS Al-An’am 6:93)
(Yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat zalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata); "Kami sekali-kali tidak mengerjakan sesuatu kejahatan pun". (Malaikat menjawab): "Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan". Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu. (QS, An-Nahl, 16 : 28-29)
Di akhir sakaratul maut, seorang manusia akan diperlihatkan padanya wajah dua Malaikat Pencatat Amal. Kepada orang zhalim, si malaikat akan berkata, “Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik, engkaulah yang membuat kami terpaksa hadir ke tengah-tengah perbuatan kejimu, dan membuat kami hadir menyaksikan perbuatan burukmu, memaksa kami mendengar ucapan-ucapan burukmu. Ketika itulah orang yang sekarat itu menatap lesu ke arah kedua malaikat itu.
Ketika sakaratul maut hampir selesai, dimana tenaga mereka telah hilang dan roh mulai merayap keluar dari jasad mereka, maka tibalah saatnya Malaikatul Maut mengabarkan padanya rumahnya kelak di akhirat. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Tak seorangpun diantara kalian yang akan meninggalkan dunia ini kecuali telah diberikan tempat kembalinya dan diperlihatkan padanya tempatnya di surga atau di neraka”.
Dan malaikat berkata ketika menunjukkan rumah akhirat seorang zhalim di neraka, “Wahai musuh Allah, itulah rumahmu kelak, bersiaplah engkau merasakan siksa neraka”. Naudzubillah min dzalik..
Beberapa hal yang menyebabkan su’ul khotimah yaitu
• Berbuat syirik kepada Allah ‘azza wa jalla. Pada hakikatnya syirik adalah ketergantungan hati kepada selain Allah dalam bentuk rasa cinta, rasa takut, pengharapan, do’a dan lain-lain.
• Berbuat bid’ah dalam melaksanakan agama. Bid’ah adalah menciptakan hal baru yang tidak ada tuntunannya dari Allah dan Rasul-Nya. Penganut bid’ah tidak akan mendapat taufik untuk memperoleh husnul khatimah, terutama penganut bid’ah yang sudah mendapatkan peringatan dan nasehat atas kebid’ahannya. Semoga Allah memelihara diri kita dari kehinaan itu.
• Terus menerus berbuat maksiat dengan menganggap remeh dan sepele perbuatan-perbuatan maksiat tersebut, terutama dosa-dosa besar. Ibnu Katsir berkata: Dosa-dosa, kemaksiatan, dan syahwat akan mengecewakan pelakunya pada saat kematian datang menjemput bersamaan dengan berkhianatnya setan terhadap hamba, maka telah terkumpul padanya dua kekecewaan di tambah dengan keimanan yang lemah, sehingga dirinya terjebak ke dalam su’ul khatimah
• Lalai terhadap Allah dan selalu merasa aman dari siksa Allah. Allah berfirman yang artinya,“Apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga). Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi” (QS. Al A’raaf : 99)
• Berbuat zalim. Orang-orang yang zalim adalah orang-orang yang paling layak meninggal dalam keadaan su’ul khotimah. Allah berfirman yang artinya, “Sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim” (QS. Al An’am : 44)
• Bersikap ujub. Sikap ujub pada hakikatnya adalah sikap seseorang yang merasa bangga dengan amal perbuatannya sendiri serta menganggap rendah perbuatan orang lain, bahkan bersikap sombong di hadapan mereka. Ini adalah penyakit yang dikhawatirkan menimpa orang-orang shalih sehingga menggugurkan amal shalih mereka dan menjerumuskan mereka ke dalam su’ul khotimah.
Sakaratul Maut Orang-orang Yang Bertaqwa
Sebaliknya Imam Ghozali mengatakan bahwa orang beriman akan melihat rupa Malaikatul Maut sebagai pemuda tampan, berpakaian indah dan menyebarkan wangi yang sangat harum.
Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: "Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?" Mereka menjawab: "(Allah telah menurunkan) kebaikan". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (yaitu) surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): "Assalamu alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan". (QS, An-Nahl: 30-32)
Dan saat terakhir sakaratul mautnya, malaikatpun akan menunjukkan surga yang akan menjadi rumahnya kelak di akhirat, dan berkata padanya, “Bergembiaralah, wahai sahabat Allah, itulah rumahmu kelak, bergembiralah dalam masa-masa menunggumu”.
Jadikanlah sakratul maut seseorang sebagai pembelajaran bagi kita, sudah siapkah kita mengadapinya?? Amalan apakah yang banyak kita bawa saat sakaratul maut nanti??
Ibnu Qudamah rahimhullah berkata: Apabila engkau telah mengetahui makna su’ul khatimah maka wasapadalah terhadap sebab-sebabnya, persiapakanlah perbuatan-perbuatan yang baik bagimu, janganlah menunda-nunda persiapan sebab usia ini sangat pendek, dan jadikanlah setiap hembusan nafasmu sebagai akhir dari hayatmu, sebab bisa jadi ruhmu tercabut pada saat itu, dan manusia akan mati dengan keadaan sama dengan hidupanya dan akan dibangkitkan dengan keadaan yang sama dengan kematiannya.
Maka hendakalah seorang hamba tetap komitmen dalam ketaatan dan taqwa, dan menjauhkan dirinya dari apa yang diharamkan oleh Allah, bersegera taubat dari segala kemaksiatan, dan hendaklah dia memelas dalam bero’a agar diberikan husnu khatimah, berperasangka baiklah terhadap Allah. Dari Abdullah bin Amru ra bahwa dia mendengar Nabi saw bersabda: Sesungguhnya seluruh hati anak Adam di dua jari dari jari-jari Allah Azza Wa Jalla seperti satu hati di mana Dia berbuat padanya sekehendakNya”. Kemudian Rasulullah saw bersabda: Ya Allah yang Maha Kuasa memalingkan seluruh hati, palingkanlah hati kami kepada ketaatan kepadaMu”.
ALLAAHUMMA INNAA NAS-ALUKA SALAAMATAN FID DIINI, WA’AAFIATAN FIL JASADI WA ZIYAADATAN FIL ‘ILMI, WABARAKATAN FIR RIZQI WA TAUBATAN QABLAL MAUTI, WA RAHMATAN ‘INDALMAUTI, WA MAGHFIRATAN BA’DAL MAUTI. ALLAAHUMMA HAWWIN’ALAINAA FII SAKARAATIL MAUTI, WAN NAJAATA MINAN NAARI WAL’AFWA’INDAL HISAABI. RABBANAA LAA TUZIGH QULUUBANAA BA’DA IDZ HADAITANAA, WA HAB LANAA MIN LADUNKA RAHMATAN, INNA KA ANTAL WAHHAABU. RABBANAA AATINAA FID DUNYAA HASANATAN WA FIL AAKHIRATI HASANATAN WA QINAA ‘ADZAABAN NAARI. WA SHALLALLAAHU ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA AALIHI WASHAHBIHI AJMA’IINA, SUBHAANA RABBIKA RABBIL ‘IZZATI ’AMMAA YASHIFUUNA WA SALAAMUN ‘ALAL MURSALIINA WAL HAMDU LILLLAAHI RABBIL ‘AALAMIINA.
( Wahai Tuhanku, sesungguhnya kami memohon kepadaMu keselamatan didalam beragama, kesehatan jasmani, bertambah ilmu, berkah rizqi, bisa bertaubat sebelum mati, mendapat rahmat ketika mati, mendapat ampunan sesudah mati. Wahai Tuhanku, mudahkanlah kami didalam sakaratul maut, lepaskanlah dari api neraka, dan mendapat ampunan ketika dihisab. Wahai Tuhan kami, jangan Engkau goyahkan hati kami setelah Engkau memberi petunjuk kepada kami dan berilah kami rahmat dari sisiMu, sesungguhnya Engkau Maha Memberi. Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan didunia dan akhirat nanti dan selamatkan kami dari siksa api neraka. Dan semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad teriring keluarga dan sahabat beliau semuanya. Maha Suci Tuhanmu, Tuhan yang memiliki kebesaran/kesucian dari segala sifat rendah yang mereka (orang kafir) sifatkan, dan semoga keselamatan tetap kepada para Rasul, serta segala puji bagi Allah, Tuhan Semesta Alam.). Aamiin Ya Rabbal’alaamiin…
Jumat, 25 November 2011
~#~ The Power Of Airmata ~#~
Sebagian kita menganggap tagisan adalah suatu hal yang menandakan orang tersebut lemah, cengeng dll, padahal tidak semua tangisan tersebut remeh. Tangisan merupakan rahmat yang Allah ciptakan didalam hati hambaNya.
Menurut Ibnu Qayyim mengatakan tangisan itu ada bermacam-macam yaitu:
1. Tangisan kasih sayang
2. Tangisan takut dan khawatir
3. Tangisan rindu dan cinta
4. Tangisan kegembiraan dan suka cita
5. Tangisan merintih karena kesakitan dan tak kuat menahannya
6. Tangisan kesedihan
7. Tangisan karena merasa tak berdaya dan lemah
8. Tangisan kemunafikan(matanya menangis sedangkan hatinya keras)
9. Tangisan kepalsuan atau karena imbalan
10. Tangisan tak disengaja yaitu ikut menangis melihat orang lain menangis padahal ia tidak tau apa yang ditangisi orang tersebut.
Allah tidak pernah keliru dalam menciptakan sesuatu. Dari tetesan-tetesan air mata terkandung berjuta makna yang menyiratkan kasih sayang dan kemahahalusan ilmu Allah. Setidaknya ada 2 fungsi penting bagi manusia yaitu
1. Untuk melindungi dan menjaga kesehatan mata.
Apa jadinya kalau mata tidak mengeluarkan air? Pasti tersiksa, mata akan terasa perih, panas dan sakit serta benda-benda dari luarpun begitu mudah masuk.
2. Sebagai alat komunikasi serta pengekspresian emosi
Sebagai sarana mengekspresikan emosi, tetesan airmata mengkomunikasikan sejumput pesan dengan makna2 tertentu. Ia mengekspresikan suasana hati yang terdalam, entah sedih, gembira, takut atau sakit. Sehingga nilai airmata begitu istimewa, khusus serta berkesan. Bukankah hati hanya bisa disentuh oleh hati lagi? Maka jangan heran jika airmata bisa meluluhkan hati yang keras, serta menaklukkan sesuatu yang tidak bisa ditaklukkan dengan pedang. Airmata pun bisa menjadi alat komunikasi yang sangat canggih antara seorang hamba dengan Tuhannya.
Kebanyakan dari kita menganggap kaum Hawa dinilai wajar menangis sebaliknya anak lelaki ataupun pria, rasa hormat akan diberikan ketika mereka dapat menahan airmata. Bahkan atribut ketegaran sering diberikan kepada seorang wanita dikala ia bisa menahan linangan airmata. Kalau saja kita dapat memahami bahasa tangis, pandangan sepihak atau standar ganda yang selama ini membentuk persepsi kita akan lambat laun kita tanggalkan.
Rasanya mungkin aneh sewaktu kita mengatakan pada seseorang “ Ayo kawan, menangislah. Jangan simpan tangismu kalau memang ada yang ingin kamu tangisi”. Mungkin kata tersebut jika kita ucapkan pada teman perempuan tidak aneh. Namun apakah pendapat seperti itu benar atau salah? Yang jelas kita mengatakan hal tersebut bukan lantaran ingin menunjukkan kelemahannya, atau biar kita bisa berbicara “Ternyata dia seorang yang cengeng” atau pendapat2 yang dapat melemahkan kaum lelaki, tentu saja tidak.
Airmata tidak saja milik kaum hawa saja namun juga untuk kaum adam. Air mata hanya bisa keluar dari kehalusan perasaan ketika bersentuhan dengan hal2 yang mengusik hati nurani. Tangis dan airmata tidak identik dengan wanita. Namun demikian, bukan berarti lelaki itu makhluk yang tidak punya perasaan, Cuma kadarnya saja yang berbeda. Lelaki yang gampang menangis juga bukan berarti banci.
Namun kebanyakan dari kita menganggap bahwa laki2 harus tahan dalam situasi apa pun, jangan sampai ada butir2 bening yang menetes dikedua pipinya, apalagi sampai dilihat orang lain. Kurang proposionalnya laki2 dalam memandang tangis dan airmata ini pada akhirnya menjadikan kaum lelaki bertambah miskin kehidupan emosionalnya. Sehingga sosok yang tampak adalah yang kaku, penuh dengan perhitungan2, matematis dan jauh dari sosok yang lembut hati.
Lelaki boleh menangis dan tetesan air matanya bukan sesuatu yang tabu untuk disaksikan, selama tangisannya bukan karena kecengengan, tetapi menunjukkan betapa halus dan lembutnya perasaan yang ia miliki.
Dalam sirah (biografi Nabi Muhammad) diriwayatkan bahwa beliau mencucurkan airmata saat mencium putranya Ibrahim ketika menghembuskan nafas terakhir. Melihat airmata nabi yang tak terbendung, Abdurrahman ibn Auf tercengang dan berkata “Engkau menangis wahai Rasul? Nabi menjawab “ini adalah rahmat Allah” lalu beliau bersabda “airmata berlinang, hati terkoyak2 kesedihan, namun kami tidak akan berkata kecuali yang diridhoi Allah. Wahai anakku Ibrahim, sungguh kami sedih atas perpisahan ini”.
Kehalusan dan kelembutan perasaan, sama sekali tidak akan mengurangi sosok pribadi yang tegar dan tegas, tetapi justru akan menjadikan ia sebagai sosk pribadi yang ideal untuk dijadikan teladan. Sebab kelembutan dan kehalusan perasaan akan menghasilkan sikap sabar, sedangkan ketegaran dan ketegasan akan menghasilkan sikap benar. Sementara sabar dan benar adalah 2 pilar yang harus dimiliki oleh laki2 yang ingin sukses menjalankan fungsi keqawamannya.
Memupuk sikap benar dengan menyampingkan sifat sabar, menyebabkan sayap keqawamannya tidak seimbang. Mengasuh kehalusan, kelembutan dan kepekaan rasa sebenarnya bukan hanya untuk kaum wanita sebab dalam batas proposional menjadi hal yang jg harus dimiliki oleh laki2. Misalnya dalam kewajibannya mendidik wanita yang menjadi istrinya, maka mau tidak mau dia harus menyelami kehidupan emosional dan karekteristik perasaan istrinya, sehingga dia akan mampu mengendalikan istrinya. Bila istrinya memiliki karekteristik yang rumit tentu saja semua membutuhkan kepekaan rasa.
Demikian juga tangis dan airmata, bukan hanya milik wanita, tapi juga milik laki2. Maka jangan simpan tangismu, bila ada sesuatu yang membuatmu ingin menangis maka menangislah. Menangislah jika tangisanmu dapat menenangkan hatimu, menangislah sebagai bentuk kehalusan dan kelembutan perasaanmu namun janganlah kamu berlebihan dalam tangisanmu (larut dalam tangisan dan kesedihan yang terlalu lama).
Sahabat… mari kita renungi bersama, apa yang menjadi air mata kita keluar. Apa hanya terbatas ketika sedih, kehilangan atau ketidakberdayaan karena jalan buntu? Masih tertinggalkah tetesan airmata saat mendengar perintah Allah atau mengenang perjuangan rasul2Nya?
Marilah kita melihat diri kita yang bergelimangan dengan noda dan dosa, diri yang tidak pernah merasa takut dengan siksa Allah, mata yang sangat jarang atau bahkan tidak pernah menangis karena takut pada Allah. Dan mari kita hitung sampai detik ini, sudah berapa kali airmata kita menetes karena takut pada Allah? Karena mengingat dosa2 dan kesalahan kita dan karena mengingat siksaNya.
Rasulullah bersabda : “tidak akan masuk neraka, seseorang yang menangis karena takut kepada Allah.”
Air mata bisa mendatangkan pertolongan Allah diakhirat kelak yaitu orang yang menangis dikeheningan malam ketika orang-orang terlelap tidur, ia menangis karena besarnya rasa takut dan harap kepada Allah.
Dalam sebuah hadits riwayat Abu Hurairah ra., Rasulullah saw. bersabda:
“Ada tujuh golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya.(1)Pemimpin yang adil, (2) Seorang pemuda yang menyibukkan dirinya dengan ibadah kepada Rabbnya, (3) Seorang yang hatinya selalu terikat pada masjid, (4) Dua orang yang saling mencintai karena Allah Subhanahu wa Ta’ala, berkumpul dan berpisah karena Allah pula, (5) Seorang lelaki yang di ajak zina oleh wanita yang kaya dan cantik tapi ia menolaknya seraya berkata ‘Aku takut kepada Allah’, (6) Seseorang yang bersedekah dengan menyembuyikannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang dinfaqkan oleh tangan kanannya, serta (7) Seorang yang berzikir kepada Allah di kala sendiri hingga kedua matanya basah karena menangis.” (Shohih Bukhari, Hadits no 620)
Airmatapun bisa mempercepat ijabah doa-doa, efek tetesannya mampu menembus batas2 dimensi. Karena itu Rasulullah mengingatkan “Takutlah engkau akan doa (termasuk airmata) orang-orang yang dizhalimi, sesungguhnya tiada jarak pemisah antara Allah dengan orang tersebut (HR. At-tirmidzi).
Rasulullah bersabda: “tidak ada sesuatu yang lebih dicintai Allah daripada dua tetesan dan dua bekas. Yaitu tetesan airmata karena takut padaNya dan tetesan darah yang mengalir dijalanNya (Jihad) (HR, At-Tirmidzi).
Aku bertanya: wahai Rasulullah, bagaimanakah cara memperoleh keselamatan? Beliau menjawab Jagalah lisanmu, hendaklah engkau merasa betah dirumahmu untuk beribadah dan tangisilah dosamu (HR. Ibnu Mubarak).
(sumber dari buku The Power Of Airmata dan tambahan dari berbagai sumber).
Semoga Bermanfaat……
Rabu, 23 November 2011
Selasa, 22 November 2011
~❤~ Cukup Allah Segalanya Bagiku ~❤~
Sering kita dihadapi dalam berbagai masalah, ada yang menyelesaikannya dengan sikap positif bahkan ada yang menyelesaikannya dengan cara negative (meminta bantuan pada dukun, menjual agama demi sesuap nasi bahkan nekad membunuh diri sendiri dll)
Hidup adalah sebuah pilihan, dan ketika terjadi masalah, maka hadapilah dengan sikap terbaik. Yakinlah setiap masalah yang kita alami sudah diukur oleh Allah. Tidak akan melebihi batas kemampuan kita untuk memikulnya. Mohonlah pertolongan Allah dengan mendekat kepadaNya. Bukankah Dia lebih dekat kepada hambaNya daripada urat leher? Justru manusialah yang cendrung menjauh dariNya.
"Jika engkau minta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah." (HR Tirmidzi dan yang lainnya dari Ibnu Abbas).
Tiada satu pun masalah yang terjadi kecuali atas izin Allah. Semuanya ada dalam genggaman Allah. Dengan demikian, teramat mudah bagi Allah untuk membuka jalan kemudahan bagi siapa pun yang ditimpa masalah. Datanglah kepada Allah ketika kesulitan datang menghimpit. pintuNya selalu terbuka lebar bagi hambaNya. Sebab, semakin lama kita berpaling dari Allah, semakin lama pula kita akan terkungkung dalam kusulitan itu. Serahkan segala urusan kepadaNya, bertawakallah kepada Allah, niscaya Allah akan memberikan jalan keluar dari segala kesulitan yang kita alami.
Sahabat, dengarlah curahan hati Allah yang disampaikanNya melalui Rasulullah…
Demi kemuliaan dan kebesaranKu, juga demi kemurahan dan ketinggian kedudukanKu diatas Arsy. Aku akan mematahkan harapan orang yang berharap kepada selain Aku dengan kekecewaan. Aku akan pakaikan kepadanya pakaian kehinaan dimata manusia. Aku singkirkan ia dari dekatKu, lalu Aku putuskan hubunganKu dengannya.
Mengapa ia berharap kepada selain Aku ketika dirinya sedang dalam kesulitan? Padahal sesungguhnya kesulitan itu berada ditanganKu, dan Aku yang dapat menyingkirkannya. Mengapa dia berharap kepada selain Aku dengan mengetuk pintu-pintu lain meski pintu-pintu itu tertutup? Padahal, hanya pintuKu yang terbuka bagi siapa pun yang berdo’a memohon pertolongan dariKu.
Siapakah yang pernah mengharapkan Aku untuk menghalau kesulitannya, lalu Aku kecewakan? Siapakah yang pernah mengharapkan (ampunan) Aku karena dosa-dosanya yang besar, lalu Aku putuskan harapannya? Siapakah pula yang pernah mengetuk pintuKu, lalu tidak Aku bukakan?
Aku telah mengadakan hubungan langsung antara Aku dan harapan seluruh makhlukKu. Akan tetapi, mengapa mereka malah bersandar kepada selain Aku? Aku telah menyediakan harapan semua hambaKu, tetapi mengapa mereka tidak puas dengan perlindunganKu?
Dan Aku pun telah memenuhi langitKu dengan para malaikat yang tidak pernah jemu bertasbih kepadaKu, lalu Aku perintahkan mereka supaya tidak menutup pintu antara Aku dan hamba-hambaKu. Akan tetapi, mengapa mereka tidak percaya kepada firman-firmanKu?
Tidakkah mereka mengetahui bahwa siapa pun yang ditimpa bencana yang Aku turunkan, tiada yang dapat menyingkirkannya selain Aku? Akan tetapi, mengapa Aku melihat dia, dengan segala harapan itu, selalu berpaling dariKu? Mengapakah ia sampai tertipu oleh selain Aku?
Aku telah memberikan kepadanya dengan segala kemurahanKu apa-apa yang tidak sampai harus ia minta. Ketika semua itu aku cabut kembali darinya, lalu mengapa ia tidak memintanya lagi kepadaKu untuk segera mengembalikannya, tetapi malah meminta pertolongan kepada selain Aku?
Apakah Aku yang memberi sebelum diminta, lalu ketika diminta tidak Aku berikan? Apakah Aku ini bakhil sehingga dianggap bakhil oleh hambaKu? Tidakkah dunia dan akhirat itu semuanya milikKu? Tidakkah semua rahmat dan karunia itu berada ditanganKu? Tidakkah dermawan dan kemurahan itu sifatKu? Tidakkah hanya Aku tempat bermuaranya semua harapan? Dengan demikian, siapakah yang dapat memutuskannya dariKu?
Apa pula yang diharapkan oleh orang-orang yang berharap, andaikan Aku berkata kepada semua penduduk langit dan bumi, “Mintalah kepadaKu!” Aku pun lalu memberikan kepada masing-masing orang, pikirkan apa yang terpikir pada semuanya?
Dan, semua yang Aku berikan itu tidak akan mengurangi kekayaanKu meski sebesar debu. Bagaimana mungkin kekayaan yang begitu sempurna akan berkurang, sedangkan Aku mengawasinya?
Sungguh, alangkah celakanya orang yang putus asa dari rahmatKu. Alangkah kecewanya orang yang berbuat maksiat kepadaKu dan tidak memerhatikan Aku, dan tetap melakukan perbuatan-perbuatan haram seraya tidak malu kepadaKu.” (Hadits Qudsi yang diriwayatkan oleh Ibnu Husain).
Alangkah indahnya untaian firman Allah dalam hadits Qudsi diatas. Dengan segala kemurahanNya, Allah memberikan jaminan pertolongan bagi siapa saja yang memohon pertolongan kepadaNya. Allah tidak pernah mengecewakan hambaNya. Dia selalu memenuhi harapan hambaNya dan membukakan pintu untuk hambaNya.
Oleh karena itu, yakinlah bahwa Allah senantiasa hadir dalam kehidupan kita. Jika kita mendekat kepadaNya dengan berjalan, Dia akan menyambut kita dengan berlari. Mohonlah pertolongan kepadaNya setiap kali ada permasalahan. Sungguh, Allah Maha Pengasih dan Penyayang terhadap hambaNya. Dia tidak akan pernah bosan memberikan pertolongan kepada hambaNya.
“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu (dengan memberikan rahmat dan pengampunan). Dan bersyukurlah kepada-Ku, serta jangan ingkar (pada nikmat-Ku)” (QS. Al Baqarah: 152)
"Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu maka dari Allah-lah (datangnya) dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan maka hanya kepadaNyalah kamu meminta pertolongan." (QS An Nahl: 53).
"Jika Allah menimpakan suatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tidak ada yang dapat menolak karuniaNya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hambaNya dan Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS Yunus: 107).
Cukuplah Allah sebagai pelindung kita, kita memohon ampunan, pertolongan, dan kelapangan hanya kepadaNya saja. Allah berfirman (yang artinya), "Jikalau mereka sungguh-sungguh ridha dengan apa yang diberikan Allah dan RosulNya kepada mereka, dan berkata: ‘Cukuplah Allah bagi kami, Allah akan memberikan kepada kami sebahagian dari karuniaNya dan demikian (pula) RosulNya, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berharap kepada Allah.’" (QS At Taubah: 59).
Namun ada yang berkata, aku sudah sering berdo’a kepada Allah tapi kenapa doaku tidak diijabah??
Hal ini terjadi karena terlalu banyaknya dosa dan maksiat yang menempel pada hati, hingga menutupi seluruh hati. Jika demikian adanya bagaimana hati bisa menerima petunjuk dari Allah? Jika hati telah tertutup oleh noda kemaksiatan bagaimana bisa pertolongan Allah akan datang? Oleh karena itu bertaubatlah, bersihkan hati karena hati tempat mendaratnya pertolongan Allah. Kikislah dosa dengan istighfar dan sadarilah kekerdilan kita dihadapan Allah. Saat kita berdoa, saat kita munajat, atau saat kita sujud, kecilkanlah dirimu sekecil-kecilnya di hadapan Allah, dan besarkanlah Allah sebesar-besarnya semampu kita membesarkanNya. Niscaya rahmat dan pertolongan Allah akan mengalir kepada kita.
“Buktikan dengan sungguh-sungguh sifat-sifat kekuranganmu, niscaya Allah akan membantumu dengan sifat-sifat kesempurnaan-Nya. Akuilah kehinaanmu, niscaya Allah menolongmu dengan kemuliaan-Nya. Akuilah kekuranganmu, niscaya Allah menolongmu dengan kekuasaan-Nya. Akuilah kelemahanmu, niscaya Allah akan menolongmu dengan kekuatan-Nya.” (Imam Ibnu Atha’ilah)
“Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut (pada siksaan-Nya), tidak mengeraskan suara, di pagi dan sore hari. Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai” (QS. Al A’raf: 205)
Dalam sebuah riwayat yang tercantum dalam bundel tausiyah Manajemen Qolbu Aa Gym menerangkan kenapa doa tidak diijabah? (copas dari http://blog.re.or.id/)
Pada suatu hari Sayidina Ali Karamallaahu Wajhah berkhutbah di hadapan kaum Muslimin. Ketika beliau hendak mengakhiri khutbah tiba-tiba berdirilah seseorang ditengah-tengah jamaah sambil berkata “Ya Amirul Mu’minin mengapa do’a kami tak diijabah? Padahal Allah berfirman dalam Al Qur’an “Ud’uuni astajiblakum” .
Sayidina Ali menjawab “Sesungguh hatimu telah berkhianat kepada Allah dgn delapan hal yaitu : Engkau beriman kepada Allah mengetahui Allah tetapi tak melaksanakan kewajibanmu kepada-Nya. Maka tak ada mamfaat keimananmu itu. Engkau mengatakan beriman kepada Rasul-Nya tetapi engkau menentang sunnah dan mematikan syari’atnya. Maka apalagi buah dari keimananmu itu? Engkau membaca Al Qur’an yg diturunkan melalui Rasul-Nya tetapi tak kau amalkan. Engkau berkata “Sami’na wa aththa’na tetapi kau tentang ayat-ayatnya. Engkau menginginkan syurga tetapi tiap waktu melakukan hal-hal yg dapat menjauhkanmu dari syurga. Maka mana bukti keinginanmu itu? Setiap saat engkau merasakan keni’matan yg diberikan oleh Allah tetapi tetap engkau tak bersyukur kepada-Nya. Allah memerintahkanmu agar memusuhi syetan seraya berkata “Sesungguh syetan itu adalah musuh bagimu maka anggaplah ia musuh bagimu krn sesungguh syetan-syetan itu hanya mengajak golongan supaya mereka menjadi penghuni neraka yang nyala-nyala” . Tetapi kau musuhi syetan dan bersahabat dengannya. Engkau jadikan cacat atau kejelekkan orang lain di depan mata tetapi kau sendiri orang yg sebenar lbh berhak dicela daripada dia. Nah bagaimana mungkin do’amu diterima padahal engkau telah menutup seluruh pintu dan jalan do’a tersebut. Bertaqwalah kepada Allah shalihkan amalmu bersihkan batinmu dan lakukan amar ma’ruf nahi munkar.
Nanti Allah akan mengijabah do’amu itu.
** Dalam riwayat lain ada seorang laki-laki datang kepada Imam Ja’far Ash Shiddiq lalu berkata “Ada dua ayat dalam Al Qur’an yg aku paham apa maksudmu?” “Bagaimana dua bunyi ayat itu?” kata Imam Ja’far. Yang pertama berbunyi “Ud’uuni astajib lakum” {QS. Al Mu’min (40) : 60}. Lalu aku berdo’a dan aku tak melihat do’aku diijabah” ujarnya.
“Apakah engkau berpikir bahwa Allah akan melanggar janji-Nya?” kata Imam Ja’far.
“Tidak” jawab orang itu.
“Lalu ayat yg kedua apa?” kata Imam Ja’far lagi.
“Ayat yg kedua berbunyi “Wamaa anfaqtum min syai in fahuwa yukhlifuhuu wahuwa khairun raaziqin” {Dan barang apa saja yg kamu nafkahkan maka Allah akan mengganti dan Dialah pemberi rizki yg sebaik-baiknya} . Aku telah berinfak tetapi aku tak melihat penggantinya” ujarnya.
“Apakah kamu berpikir Allah melanggar janji-Nya?” kata Imam Ja’far lagi.
“Tidak” jawabnya.
“Lalu mengapa?” kata imam Ja’far.
“Aku tak tahu” jawabnya.
Imam Ja’far kemudian menjelaskan “Akan kukabarkan kepadamu Insya Allah seandai engkau mentaati Allah atas apa yg diperintahkan-Nya kepadamu kemudian engkau berdo’a kepada-Nya maka Allah akan mengijabah do’amu. Adapun engkau berinfak tak melihat hasil kalau engkau mencari harta yg halal kemudian engkau infakkan harta itu di jalan yg benar maka tidaklah infak satu dirham pun niscaya Allah mengganti dgn yg lbh banyak. Kalau engkau berdo’a kepada Allah maka berdo’alah kepada-Nya dgn Jihad Do’a. Tentu Alah akan menjawab do’amu walaupun engkau orang yg berdosa.” “Apa yg dimaksud Jihad Do’a?” sela orang itu.
Apabila engkau melakukan yg fardhu maka agungkanlah Allah dan limpahkanlah Dia atas segala apa yg telah ditentukan-Nya bagimu. Kemudian bacalah shalawat kepada Nabi Muhammad dan bersungguh-sungguh dalam membacanya. Sampaikan pula salam kepada imammu yg memberi petunjuk. Setelah engkau membaca shalawat kepada Nabi kenanglah ni’mat Allah yg telah dicurahkan-Nya kepadamu. Lalu bersyukurlah kepada-Nya atas segala ni’mat yg telah engkau peroleh.
Kemudian engkau ingat-ingat sekarang dosa-dosamu satu demi satu kalau bisa. Akuilah dosa itu dihadapan Allah. Akuilah apa yg engkau ingat dan minta ampun kepada-Nya atas dosa-dosa yg tak kau ingat. Bertaubatlah kepada Allah dari seluruh maksiat yang kau perbuat dan niatkan bahwa engkau tak akan kembali melakukannya. Beristighfarlah dgn seluruh penyesalan dgn penuh keikhlasan serta rasa takut tetapi juga dipenuhi harapan.
Kemudian bacalah “Ya Allah aku meminta maaf kepada-Mu atas seluruh dosaku. Aku meminta ampun dan taubat kepada-Mu. Bantulah aku utk mentaati-Mu dan bimbinglah aku utk melakukan apa yg Engkau wajibkan kepadaku segala hal yg engkau rdhai. Karena aku tak melihat seseorang bisa menaklukkan kekuatan kepada-Mu kecuali dgn keni’matan yg Engkau berikan. Setelah itu ucapkanlah hajatmu. Aku berharap Allah tak akan menyiakan do’amu” papar Imam Ja’far.**
Semoga Bermanfaat……
Langganan:
Postingan (Atom)